Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Waspada Angin Ribut Sampai Tengah Bulan

BPBD Masih Hitung Kerugian

11 Desember 2019, 13: 46: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

angin ribut kediri

GEPENG: Polisi memeriksa kendaraan yang tergencet batang pohon beringin raksasa di Sumberjiput yang tumbang saat terjadi bencana angin ribut, Senin (9/12) lalu. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Warga Kota Kediri masih harus memasang kewaspadaan tinggi saat awal musim hujan ini. Setidaknya hingga tengah bulan. Sebab, berdasarkan perkiraan dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai angin kencang itu masih mungkin terjadi. Setidaknya hingga 18 Desember.

Bahkan, area yang terancam hujan angin tidak hanya Kota Kediri. Bencana angin ribut ini juga berpotensi terjadi di daerah lain di Jawa Timur (Jatim). “Jadi kita masih perlu waspada,” ingat Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno.

Kemarin, Kota Kediri sebenarnya kembali diguyur hujan deras. Namun tidak merata seperti sehari sebelumnya. ”Hanya terjadi di Blabak (Kecamatan Pesantren). Hujan deras tanpa angin kencang,” katanya.

angin ribut

BERSIH-BERSIH: Pemotongan ranting dan batang pohon yang tumbang di Sumberjiput. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Agar tidak memakan korban jiwa lagi, Adi mengimbau kepada masyarakat lebih berhati-hati. Pertama, ketika hujan angin terjadi, pihaknya meminta masyarakat agar tidak berteduh di tempat wisata sumber air yang banyak pohon besarnya. ”Harus dihindari. Berteduh di warung dekat pohon besar,” ucapnya.

Kedua, warga tidak memarkir kendaraan di dekat pohon atau kanopi yang usang. Pasalnya, selain pohon, mobil dan sepeda motor juga tertimpa kanopi yang runtuh.

Imbauan berikutnya, kata Adi, masyarakat tidak bepergian saat hujan deras disertai angin. “Kalau di tempat kerja lebih baik menunggu sampai hujan  benar-benar reda,” sarannya lagi.

Sementara itu, kemarin BPBD Kota Kediri belum bisa memastikan jumlah kerugian materi dari dampak hujan angin, Senin lalu (9/12). Mereka masih menghitung berapa besar kerugian yang terjadi. Termasuk mengkalkulasi kerusakan warung dan rombong pedagang kaki lima (PKL).

Adi mengatakan, pihaknya belum mengkalkulasi total kerugian materi yang ditimbulkan dari bencana hujan angin. Sampai kemarin sore hal itu masih dalam proses penghitungan. “Tadi siang (kemarin, Red) ada instruksi untuk menghitung kerugian. Jadi belum selesai semua,” kata Adi.

Adi menyebut, ada beberapa kerugian materi dampak bencana tersebut. Kerusakan rata-rata karena tertimpa pohon tumbang. Yakni, lima mobil, sebuah bengkel, rombong PKL, papan reklame, kanopi di depan SDN Mrican, dan kabel Telkom di beberapa ruas jalan.

Dari sejumlah kerugian tersebut, pemkot memberikan perhatian kepada pemilik warung dan rombong PKL. Apakah pemkot akan menyalurkan bantuan? Sampai kemarin, Adi mengungkapkan, belum ada keputusan terkait hal tersebut. “Kami belum tahu skemanya nanti seperti apa. Yang penting, kita hitung dulu jumlah kerugiannya,” ujarnya.

Untuk diketahui, rombong PKL tahu campur yang tertimpa pohon itu berada di Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri. Saat peristiswa terjadi, sang pemilik tidak ada di dekat rombongnya. Sehingga yang bersangkutan bisa selamat dari bencana Senin sore itu.

Sedangkan salah satu warung yang rusak adalah milik Hendrik Wijaya, 38, warga Sumberjiput, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota. Warung kopi tersebut tertimpa pohon beringin. Bahkan, Wahyu Mukti Prasetiadi, salah satu pengunjung warung yang juga mahasiswa IAIN Kediri, tewas setelah ikut tertimpa batang pohon.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia