Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Terseret Arus Sungai Brantas, Subejo Ditemukan Tewas di Patianrowo

Paman yang Sangat Menyayangi Keponakannya

11 Desember 2019, 13: 08: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

bunuh diri papar

BERSEDIH: Sriatun menunjukkan KTP suaminya. (Rendi Mahendra – radarkediri)

Share this          

Pencarian Subejo, sopir truk yang tercebur Sungai Brantas, akhirnya tuntas. Warga menemukannya tewas di Dam Kerik, Ngrombot, Patianrowo. Tim SAR, BPBD, dan kepolisian berhasil mengevakuasi. Sriatun, istrinya, ikhlas namun juga sedih.

RENDI MAHENDRA, KABUPATEN, JP Radar Kediri 

Tiga hari penantian Sriatun akhirnya memperoleh kepastian. Senin siang kemarin (9/12), istri Subejo, ini merasa lega namun sekaligus bersedih. Sang suami yang tercebur ke Sungai Brantas dari atas Jembatan Papar, Desa/Kecamatan Papar, pukul 20.30, Jumat (6/12), telah ditemukan.

subejo

BERDUKA: Maryono bersama anggota keluarga Sriatun saat menanti kedatangan jenazah Subejo. (Rendi - radarkediri)

          Jasad warga Desa Bringin, Kecamatan Badas ini ditemukan di Dam Kerik, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Mendengar informasi ini, Sriatun bergegas menuju ke lokasi tersebut. Kepada wartawan koran ini yang menghubunginya sekitar pukul 12.15, ia mengatakan, sedang menuju Nganjuk.

“Ini masih perjalanan ke Patianrowo, Mas,” ujar dia. Selama tiga hari terakhir, Sriatun memang gundah. Sejak Bejo dikabarkan menceburkan diri ke Brantas dari Jembatan Papar, Jumlat lalu, ia memang ikut mencarinya. Biasanya, Sriatun menunggu dekat jembatan itu.

Bahkan pada Minggu malam (8/12), dirinya mengadakan acara Yasinan di rumahnya. Hal itu agar sang suami segera ditemukan. Doa atau pengajian tersebut, tampaknya, terkabul. Keesokan harinya (9/12), Bejo ditemukan. Namun, sayangnya pria yang menikahi Sriatun selama 25 tahun tersebut telah meninggal dunia.

Ketika mendengar suaminya telah ditemukan, Sriatun semula belum percaya. Sebab berdasar informasi yang diterimanya dari Polsek Papar, ciri-ciri mayat seperti bukan suaminya. “Saya awalnya masih ragu Mas,” ujarnya.

Demi memastikannya, Sriatun pun sempat datang ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Nganjuk. Di sana jenazah suaminya dibawa petugas yang berhasil mengevakuasi. Saat ditemukan, mayat tersebut sudah tidak berpakaian dan  beberapa bagian tubuhnya rusak. 

Setelah melihatnya, Sriatun pun membenarkan bahwa mayat tersebut memang suaminya. Karena itu, petugas segera membawanya ke rumah duka di Desa Bringin. Kemarin sore, para pelayat sudah berdatangan. Keluarga Sriatun terpukul dengan kepergian pengemudi truk ekspedisi itu.

“Pak Bejo itu sangat menyayangi pada keponakan-keponakannya Mas,” terang Maryono, adik ipar Bejo.

Kapolsek Papar Iptu Bambang Suparijanto mengungkapkan, tim SAR bisa mengevakuasi sekitar pukul 12.50. Dia memastikan mayat yang terseret arus hingga Patianrowo itu memang Subejo. “Menurut keterangan Pak Agus, kakak kandung korban serta istrinya, cirinya ada tato di badan korban. Keluarga korban langsung membawa untuk dimakamkan,” terangnya.

Evakuasi jasad Bejo sempat mengalami kesulitan. “Kendalanya posisi korban berada di bawah grojokan dam. Jadi kami sulit mendekati dengan perahu karet. Ahirnya kami evakuasi memakai tali lempar dengan dipasang pemberat,” terang Ketua Regu Basarnas Trenggalek Andris.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia