Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features

Kisah Hendrik, Pemilik Warung yang Jadi Korban Pohon Tumbang

Terpaku Melihat Anaknya Nyaris Tertimpa Pohon

11 Desember 2019, 12: 55: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

angin sumberjiput

GARIS KUNING: Polisi memasang police line di lokasi tumbangnya pohon beringin di area wisata Sumberjiput. Satu korban tewas di tempat ini. (M Arif Hanafi - radarkediri.id)

Share this          

Suasana sore di area wisata Sumberjiput itu penuh kengerian. Hujan mengguyur deras dari langit yang gelap. Angin meraung-raung kencang. Mematahkan batang-batang besar pohon raksasa.

IQBAL SYAHRONI, Kota, JP Radar Kediri

Hujan turun memang tak terlalu lama sore kemarin. Hanya sekitar 20 menit. Tapi, meskipun hanya sebentar sudah mampu memunculkan suasana ketakutan bagi warga Kota Kediri. Salah satunya bagi pengunjung dan pemilik warung di tempat wisata Sumberjiput.

Bagaimana tidak, di lokasi yang berada di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, ini kencangnya angin mampu menumbangkan satu pohon besar. Tercerabut hingga ke akarnya. Menimpa salah satu warung. Satu orang yang tengah berada di warung itu menjadi korban. Meninggal setelah tertimpa batang pohon tumbang.

Ketika hujan mereda sekitar pukul 16.30, ratusan warga pun menuju lokasi tersebut. Kabar viral tentang adanya korban meninggal menumbuhkan rasa penasaran mereka. Garis kuning kepolisian bertuliskan ‘Garis Polisi Dilarang Melintas’ pun sudah terbentang. Namun, itu tak menghalangi keinginan warga mendatangi tempat itu.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Suyitno sampai harus beberapa kali meminta warga agar menyingkir. Sebab, masih banyak dahan besar yang patah dan tersangkut di dahan lain. Sewaktu-waktu bisa jatuh dan menimpa apa saja yang ada di bawahnya.

Di deretan warung yang berada di sisi utara, kondisinya juga terlihat berantakan. Tempat itu memang yang paling parah terkena dampak dari angin ribut. Pohon yang tercerabut dari akarnya itu menimpa salah satu warung di deretan itu. Yang membuat Wahyu Mukti Prasetiadi, 19, menjadi korbannya. Warga Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri itu meninggal setelah tertimpa batang pohon tumbang. Saat itu korban tengah berada di warung paling pojok. Milik Hendrik Wijaya, 38. “Ya (korban) tadi siang beli di sini. Bareng teman-temannya,” terang Hendrik sembari berusaha mencari barang-barang miliknya yang bisa diselamatkan. Maklum, hampir separo warung miliknya hancur tertimpa pohon.

Hendrik juga salah satu korban dari bencana kemarin. Dia tertimpa dahan yang jatuh. Untungnya hanya luka ringan. Berbeda dengan istrinya, Wiwik, yang meskipun hanya luka tapi harus dirawat di rumah sakit. “Untung anak saya selamat,” ucap Hendrik syukur.

Kengerian masih terbaca jelas dari wajah lelaki ini. Dengan suara lirih dia ceritakan lagi peristiwa itu. Sekitar pukul 15.00 dia datang ke warungnya. Motor Yamaha NMax-nya dia parkir tepat di selatan tempat usahanya itu. Dia kembali ke warung karena berniat berteduh. Di luar hujan sangat derasnya. Dia juga melihat angin kecang menyapu dedaunan. Ranting dan dahan kecil mulai jatuh ke atap warung kopinya.

Lama-lama, yang berjatuhan ganti dahan-dahan besar. Bahkan pohon beringin besar itu yang akhirnya jatuh menimpa warungnya. Semua terasa cepat. Mulai dari menimpa tempat untuk tamu bersantai hingga jatuh ke kolam air.

Saat kejadianitu Hendrik langsung ingat anaknya. “Saya lihat anak saya masih berada di luar warung," kenangnya. Padahal, dia melihat pohon yang awalnya tumbuh di dekat warungnya itu patah. Perlahan ambruk menimpa deretan warung yang ada di bawahnya. Padahal anak perempuan Hendrik juga ada di dekat warung itu.

Hendrik melihat buah hatinya itu hanya berdiri mematung. Tak bisa beranjak dari tempatnya. Tapi untungnya, jatuhnya pohon itu tak mengenai sang anak. Hendrik pun bergegas menghampiri dan membawa menjauh.

"Anak saya langsung saya tarik, (saya) gendong masuk ke dalam warung," terang Hendrik.

Hendrik kemudian mencari istrinya. Kecemasan mendera karena bagian timur warungnya hancur tertimpa pohon. Hendrik pun lega setelah mengetahui sang istri hanya terluka di bagian tangan. "Anak alhamdulillah selamat, istri terluka di bagian tangan," imbuhnya.

Hendrik kemudian berhenti bercerita. Pamit permisi ke rumah sakit. Menjenguk istrinya yang harus menjalani perawatan untuk sementara waktu. Dia mengaku lega karena istri dan anaknya selamat dari maut. Meskipun motor dan warungnya jadi korban keganasan angin puting beliung itu. "Hancur tertimpa pohon itu, bisa sampean lihat," tunjukknya, sembari pergi meninggalkan tempat itu.

Terhitung di Sumber Jiput ada lima sepeda motor yang rusak tertimpa pohon. Satu milik Hendrik. Empat lainnya belum diketahui pemiliknya. Kapolsek Kediri Kota Kompol Suyitno menjelaskan bahwa saat ini para korban sudah dibawa ke RS Gambiran. "Termasuk korban meninggal juga dibawa ke sana (Gambiran, Red)," terang Suyitno.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia