Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Puting Beliung Kediri, 30 Menit, 1 Tewas, Puluhan Pohon Tumbang

Timpa Motor dan Mobil

10 Desember 2019, 19: 57: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

puting beliung kediri

ANGKAT: Warga berusaha mengangkat batang pohon ambruk di Jalan Urip Sumoharjo yang tepat menimpa mobil Toyota Avanza. (M Arif Hanafi - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Hujan deras sore kemarin (9/12) hanya 30 menit. Namun hujan yang disertai angin itu membawa malapetaka bagi Kota Kediri. Angin yang bertiup sangat kencang menerjang apa saja. Membuat puluhan pohon bertumbangan. Beberapa di antaranya menimpa kendaraan yang tengah parkir maupun yang sedang melintas.

Bahkan, akibat tertimpa pohon, satu orang meninggal dunia. Kejadiannya di Sumberjiput, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Pesantren. Dia adalah Wahyu Mukti Prasetiadi, 19, mahasiswa IAIN Kediri asal Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Sedangkan dua orang lainnya, Hendrik Wijaya dan Wiwik, sang istri yang juga pemilik warung di Sumberjiput mengalami luka ringan. Ketiganya dibawa ke RSUD Gambiran.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Adi Sutrisno mengatakan, sebenarnya hujan angin berlangsung sekitar 30 menit. Dari hitungan BPBD, hujan dimulai sekitar pukul 14.50 dan reda sekitar pukul 15.20. “Hujan disertai angin. Kami menyebutnya angin kencang sesaat,” kata Adi kepada Jawa Pos Radar Kediri.

angin ribut

DI JL SRIWIJAYA: Petugas memotong dahan pohon yang menimpa Suzuki Karimun. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Meski berlangsung singkat, kata Adi, angin berembus sangat kencang. Hujan angin itu merata terjadi di Kota Kediri. Baik wilayah barat maupun timur  Sungai Brantas. “Hampir semua wilayah Kota Kediri terjadi hujan deras dan angin,” ujarnya.

Akibat hujan angin tersebut membuat sejumlah pohon di tepi jalan di Kota Kediri tumbang. Adi menyebut, setidaknya ada 20 pohon tumbang yang tersebar di beberapa ruas jalan. Di antaranya di Jalan Semeru, Jalan Wachid Hasyim, Jalan Panglima Polim, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Pemuda.

Beberapa pohon yang ambruk tersebut a menimpa mobil yang diparkir di tepi jalan. Dari pendataan BPBD, ada empat mobil yang tertimpa batang pohon. Yakni mobil Suzuki Karimun AG 1587 AZ di Jalan Sriwijaya, Nissan Datsun AG 1691 AS di Jalan Hayam Wuruk, mobil minibus di Jalan Pattimura, dan mobil Daihatsu Ayla di Jalan Diponegoro. Sementara, satu pohon tumbang menimpa mobil Toyota Avanza yang melintas di Jalan Urip Sumoharjo, di depan Hotel Insumo. Beruntung, mobil tepat menimpa bagian depan. Setelah pohon diangkat warga, sopir masih bisa memundurkan mobilnya.

Kerusakan lain yang ditimbulkan adalah rombong pedagang kaki lima (PKL), rumah kosong, kanopi ambruk, dan banjir di Kelurahan Campurejo, Kecamatan Pesantren setinggi 5 sentimeter (cm). “Yang rusak rata-rata karena tertimpa pohon. Dari data kami, paling banyak adalah pohon sono di pinggir jalan,” ujarnya.

Tidak hanya menimbulkan kerugian materi, Adi mengatakan, pohon tumbang di Kota Kediri juga menelan korban jiwa. Sampai tadi malam, tercatat satu orang meninggal dunia atas nama Wahyu Mukti Prasetiadi. “Yang meninggal seorang mahasiswa dari IAIN Kediri,” katanya.

Dari keterangan di lokasi kejadian, kata Adi, korban saat itu berada di warung kopi milik Hendrik di Sumberjiput. Dia di sana bersama sejumlah teman kampusnya. “Ada lima orang yang ngopi di salah satu warung kopi,” terangnya.

Saat hujan angin datang, tiba-tiba saja sebuah pohon beringin tumbang menimpa warung tersebut. Beberapa orang memang sempat melarikan diri. Namun korban tertimpa batang pohon yang mengakibatkan luka memar di kepalanya. Selain Wahyu, pohon tumbang di warung juga mengakibatkan Hendrik dan istrinya, Wiwik mengalami luka. “Semua dilarikan ke RSUD Gambiran,” katanya.

Setelah hujan reda kemarin sore, BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) dibantu Polresta, TNI, dan warga menepikan pohon  yang ambruk. Mereka menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang yang melintang di jalan.

Adi mengatakan, proses pembersihan dilakukan sampai malam hari. Terutama pohon besar. Kegiatan pembersihan tersebut baru selesai setelah Isya. “Ada banyak pohon besar yang tumbang,” katanya.

Sementara itu, semua pemilik mobil yang kendaraannya tertimpa pohon sangat beruntung karena tidak menjadi korban.  Saiful, 38, pemilik mobil Datsun, mengaku, semula memarkir kendaraannya di Jalan Hayam Wuruk tersebut sekitar pukul 13.00. “Semua parkir penuh. Saya akhirnya parkir di depan rombong (PKL) tahu campur,” kata pria asal Desa/Kecamatan Puncu ini.

Kemarin, Saiful tengah mencari makan di salah satu restoran di Jalan Hayam Wuruk. Dia mengaku, hujan turun deras disertai angin kencang. “Setelah itu, saya diberitahu kalau ada mobil Datsun tertimpa pohon. Kalau ditaksir, butuh dua juta (rupiah) untuk perbaikan. Tapi yang penting saya selamat,” katanya.

Hal senada disampaikan Muryanto, warga Jalan Sriwijaya, Kelurahan Kemasan. Dia mengatakan, mobil Suzuki Karimun yang diparkir di jalan tersebut adalah milik Febrina, anaknya. “Karena tidak ada garasi, mobil sering diparkir di tepi jalan.  Tempatnya rindang,” ujar pria 52 tahun ini.

Dia mengaku, baru mengetahui mobil putrinya itu tertimpa pohon setelah hujan reda. “Saya baru keluar melihat (keadaan mobil) setelah tidak hujan lagi. Saya tidak bisa menaksir kerugiannya,” katanya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia