Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Waspada, Angin Ribut Masih Mungkin Terjadi Lagi

10 Desember 2019, 19: 51: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

puting beliung

DI HAYAM WURUK: Mobil Datsun pengunjung restoran jadi korban angin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri  - Hujan angin yang menerjang Kota Kediri bukan jenis puting beliung. BPBD Kota Kediri menyebutnya sebagai angin kencang sesaat. Hujan tersebut biasanya sebagai penanda peralihan musim dari kemarau ke hujan. “Ini penanda musim penghujan sudah datang,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno.

Berdasar prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malang, kata Adi, awal musim hujan di Kediri semula dimulai pada dasarian ketiga November. Itu ditandai dengan datangnya hujan. “Ternyata prediksinya mundur awal Desember. Sepertinya sekarang sudah mulai terjadi (hujan),” ungkapnya.

Sebelum hujan kemarin, di awal Desember Kota Kediri memang sudah turun hujan. Namun intensitasnya belum terlalu tinggi dan tidak disertai angin kencang. Hujan pun tidak merata terjadi di semua wilayah.

angin kediri

ROBOH: Tower yang tak kuat menahan amukan puting beliung. (M Arif Hanafi - radarkediri.id)

Adi memprediksi, hujan angin masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Karena itulah, pihaknya perlu mengantisipasi datangnya hujan angin. Selain itu, BPBD mengimbau masyarakat lebih waspada ketika berada di luar rumah saat hujan datang. “Lebih baik berteduh (di dalam rumah). Karena khawatir ada pohon tumbang,” ujarnya.

Terpisah, Kepala DLHKP Kota Kediri Didik Catur mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengantisipasi datangnya musim hujan. Jauh-jauh hari petugasnya memangkas pohon-pohon besar dan rimbun di tepi jalan. “Kami sudah kepras beberapa pohon besar,” katanya.

Namun karena jumlah pohon besar di Kota Kediri sangat banyak, Didik mengaku, DLHKP melakukan pemangkasan secara bertahap. Karena itulah, beberapa pohon masih terlihat rimbun.

Dia mengaku, sebenarnya banyak pohon yang masih kokoh. Akan tetapi, hujan angin kemarin memang di luar perkiraan DLHKP. “Tadi kami lihat akarnya sampai tercerabut. Itu menandakan anginnya sangat besar. Ini kondisi force majeure,” ujarnya.

Meski demikian, Didik mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemangkasan pohon secara terus-menerus. Sehingga dalam beberapa bulan ke depan semua pohon di kota sudah dipangkas lebih rapi. Sementara pohon yang dianggap rapuh, akan dirobohkan. Hal itu untuk mengantisipasi pohon tumbang kembali karena angin kencang. “Setelah ini, kami akan pangkas yang masih rimbun,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia