Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Mojo dan Grogol Diterjang Tanah Longsor

Menimpa Tiga Rumah

09 Desember 2019, 18: 11: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

longsor bencana

WASPADA: Kimin melihat sisa-sisa longsor di belakang rumahnya, Dukuh Benggeng, Desa Jugo, Mojo. Sugimin memasang patok penghalang longsor di belakang rumah, Dusun Badut, Jugo. (Mualifu Rosyidin – radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Awal musim hujan di Kabupaten Kediri tak hanya terjadi bencana angin kencang, seperti di wilayah Kecamatan Badas, Rabu lalu (4/12). Pasalnya, di lereng Gunung Wilis pun mengalami tanah longsor. Tepatnya di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, dan Desa Kalipang, Kecamatan Grogol.

Peristiwanya terjadi dua hari terakhir ini. Di Desa Jugo, longsor terjadi pada empat titik di tiga dusun. Yakni di Dusun Badut, Besuki, dan Benggeng. Longsor di Dusun Badut terjadi tepat di pinggir jalan utama menuju area wisata air terjun Dholo.

Bencana ini menimpa tiga rumah warga. Yaitu rumah Sugimin, Suko, dan Wintoro. Kediaman mereka berada di lereng jalan raya. Ketika tanah luruh, air bercampur tanah masuk ke dalam rumah.

“Sampek sak dengkul Mas duwure (sampai selutut Mas tingginya),” ujar Suko, warga Badut, yang rumahnya terdampak longsor.

Kejadiannya sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat lalu (6/12). Ketika tanah longsor, semua keluarga Suko, Sugimin, dan Wintoro panik. Mereka segera berlari menyelamatkan diri. Mengungsi menuju tempat yang lebih tinggi.

Untuk sementara, kemarin, penghuni rumah membuat tanggul penahan longsor di belakang rumah. Penahan itu terbuat dari bambu yang ditimbun tanah padat. Suko pun berharap, dapat terhindar dari longsor susulan.

Sugimin menambahkan, sebelumnya memang pernah terjadi longsor. Peristiwanya pada tiga tahun silam. Diduga tanah longsor karena tidak ada gorong-gorong di pinggir jalan raya.

Menurut Sugimin, sejak ada tetangganya yang membangun rumah baru, gorong-gorong ditutup secara pribadi. Hal itu tanpa izin dari pihak berwenang. Imbasnya, tidak ada saluran pembuangan air. Sehingga ketika hujan deras menyebabkan tanah tergerus air dan longsor.

Longsor di titik kedua berada di Dusun Besuki. Sedangkan di titik ketiga dan keempat berada di Dukuh Benggeng. Pada ketiga titik bencana tersebut hampir menimpa rumah warga. Untung saja, yang masuk ke dalam rumah hanya air.

Namun di titik Dukuh Benggeng, sampai pukul 16.00 kemarin, belum ada yang mengetahuinya. Kimin dan Juminten, warga terdampak longsor di Benggeng, berharap, bencana longsor yang menimpa rumahnya segera diketahui pihak berwenang.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira mengatakan, pihaknya mencatat ada tiga kejadian longsor selama dua hari terakhir ini. Yakni di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, dan Desa Jugo, Kecamatan Mojo.

“Itu diakibatkan hujan lebat pada Jumat (6/12) sore lalu,” katanya ketika dikonfirmasi kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Untuk longsor yang ada di Desa Kalipang, Randy menyebut, tidak ada kerugian yang signifikan. Termasuk tak ada korban dari kejadian longsor akibat hujan lebat selama 1,5 jam itu.

Hanya saja, Randy menyebut, akibat longsor tersebut akses jalan di Dusun/Desa Kalipang sempat terputus. “Ada yang mengenai dua tembok rumah warga. Untuk panjang longsor kurang lebih 30 meter dan tingginya lima meter,” ungkapnya.

Kemudian longsor di Desa Jugo, Randy menyatakan, BPBD sudah memantau beberapa titik lokasinya. Di antaranya Dusun Badut dan Besuki. “Siang tadi (kemarin, Red) sudah turun ke lapangan,” tegasnya.

Terkait kewaspadaan bencana saat memasuki musim hujan ini, BPBD telah memetakan daerah rawan longsor. Di lereng Gunung Wilis, menurut Randy, ada lima kecamatan yang rawan. Yakni Kecamatan Mojo, Semen, Grogol, Banyakan, dan Tarokan.

Semuanya memiliki potensi yang sama. Untuk itu, kewaspadaan pada lima daerah tersebut harus lebih ditingkatkan. ”Diimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Khususnya yang berada di daerah rawan bencana,” papar Randy.

Kewaspadaan itu, lanjut dia, salah satunya ketika terjadi hujan lebat. Jika rumah berada di lereng perbukitan, hendaknya lebih waspada dan peka. Utamanya pada kondisi tanah yang dekat bangunan dan sangat rawan tergerus.

“Masyarakat agar lebih peka terhadap sekitar. Apabila ada rekahan-rekahan tanah, sedangkan hujan deras berdurasi lama, lebih baik mencari tempat yang lebih aman,” pesannya.

Dengan demikian, Randy berharap, waspada saat terjadi bencana. Jika ada kesadaran warga dalam deteksi dini dan antisipasi preventif itu dapat meminimalkan risiko yang ditimbulkan. “Baik risiko adanya korban jiwa maupun kerugian material,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam kurun waktu dua minggu ini. Di Kabupaten Kediri telah dilanda hujan lebat. Bahkan tiga di antaranya disertai angin kencang yang sempat merobohkan rumah warga dan menumbangkan banyak pepohonan.

Bencana Longsor di Lereng Wilis 

 

Desa Jugo, Kecamatan Mojo

-         Terjadi di empat titik yang tersebar di tiga dusun (Badut, Besuki, dan Benggeng)

-         Menimpa tiga rumah milik Sugimin, Suko, dan Wintoro di Dusun Badut

-         Warga membuat tanggul penahan longsor dari bambu yang ditimbun tanah padat

-         Longsor di Besuki dan Benggeng, rumah warga hanya kemasukan air

Desa Kalipang, Kecamatan Grogol

-         Tidak ada kerugian yang signifikan

-         Tanah longsor mengenai dua tembok rumah warga

-         Panjang longsor sekitar 30 meter dan tingginya lima meter

-         Tidak ada korban namun akibatnya akses jalan di Kalipang terputus

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia