Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Events
Pemenang di Germas Award 2019 (1)

Uang Hadiah untuk Lengkapi Sarpras Ruang Laktasi

09 Desember 2019, 16: 57: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

germas award 2019

ASRI: Salah satu sudut kantor yang disediakan BKPPD untuk tempat karyawan melepas penat. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

Program Germas di organisasi perangkat daerah (OPD) ini sangat lengkap. Meskipun demikian, mereka masih akan melengkapi sarpras. Agar gerakan masyarakat hidup sehat lebih menggema.

ANWAR BAHAR BASALAMAH, KOTA, JP Radar Kediri

Wajah Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan, Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri Un Achmad Nurdin semringah. Menyusul nama instansinya disebut tim juri sebagai juara pertama Germas Award 2019 untuk kategori instansi pemerintah.

Un pun naik ke panggung. Menerima piala dalam acara puncak Germas Award 2019 di Hotel Lotus. Setelah itu, kegembiraannya kembali meletup. Saat pengumuman juara umum, nama instansinya kembali disebut. Kali ini, Wali Kota Abdullah Abu Bakar yang membacakannya langsung.

Un kembali menerima piala. Kali ini diserahkan langsung oleh orang nomor satu di Kota Kediri. Dengan predikat tersebut, OPD yang beralamat di Jalan Himalaya, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto itu berhasil mengungguli puluhan pemenang lain di setiap kategori.

Ditemui setelah acara, Un mengaku, sangat senang dengan penghargaan tersebut. Program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di kantornya mendapat apresiasi. “Kami semakin bersemangat untuk menerapkan Germas,” ujarnya.

Dalam penilaian tim juri, BKPPD dianggap memiliki program Germas paling lengkap dibanding instansi lain. Pengisian di lembar kuisioner juga sesuai dengan kenyataan di lapangan. Kesimpulan itu didapat juri ketika melakukan verifikasi lapangan pada 8 Oktober lalu.

Un mengaku, program Germas di instansinya sudah berjalan lama. Di antaranya olahraga bersama setiap Jumat, peregangan setiap pukul 10.00 sambil diiringi lagu “Sayang”, penyediaan ruang laktasi untuk pegawai menyusui, dan penataan taman. “Semua itu sudah ada lama. Teman-teman sudah menerapkan,” katanya.

Namun, semula Germas dijalankan kurang konsisten. Awal tahun ini, ketika diamanahkan menjadi kepala, Un membuat banyak terobosan. “Yang awalnya tidak konsisten, kami buat lebih rutin lagi. Saya juga mengembangkan sarpras (sarana dan prasarana, Red) penunjang,” ujarnya.

Un mengaku, kantor BKPPD awalnya belum memiliki ruang smoking area. Karena itu, untuk menyediakan tempat khusus bagi pegawai dan tamu yang merokok, dia membuat gazebo yang menyebar di halaman. “Total ada lima gazebo,” ungkap mantan Kabag Pemerintah Kota Kediri ini.

Selain difungsikan sebagai area merokok, kata Un, gazebo tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk bersantai. Sebab, BKPPD mendesainnya seperti layaknya tempat santai di kafe-kafe. “Kami sediakan kursi, meja, dan atap payung untuk berteduh,” ujarnya.

Program-program yang sudah ada diteruskan agar semakin konsisten. Karena itulah, program Germas di kantor OPD tersebut sangat terasa setiap harinya.

Ke depan, Un mengaku, ingin menambah sarana dan prasarana (sarpras) di kantornya. Salah satunya membuat kolam dan air terjun buatan di sisi barat kantor. Sebelumnya, BKPPD sudah memiliki ruang terbuka hijau (RTH) dengan berbagai jenis tanaman dan pohon buah.

Sarpras lain yang bisa dikembangkan adalah ruang laktasi. Un mengaku, ruang menyusui saat ini belum dilengkapi kulkas. Karena itulah, sesuai saran tim juri saat verifikasi lapangan, BKPPD akan menambahkan fasilitas tersebut. “Uang hadiah bisa kami belikan kulkas,” kata Un seraya tertawa. Untuk diketahui, juara pertama masing-masing kategori mendapat uang hadiah sebesar Rp 3 juta.

Dengan tambahan fasilitas tersebut, Un berharap, ruang laktasi menjadi lebih nyaman. Apalagi di BKPPD, banyak pegawai perempuan yang masih berusia di bawah 40 tahun. “Sekarang saja ada lima pegawai yang tengah menyusui. Jadi ruang laktasi harus kami lengkapi,” katanya.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia