Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Events

Germas Award Kota Kediri Jadi yang Pertama di Indonesia

Abu Dorong Tahun Depan Lebih Bagus

09 Desember 2019, 16: 52: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

germas award 2019

TERBAIK: Wali Kota Abu menyerahkan piala Germas Award ke Kepala BKPPD Un Achmad Nurdin, disaksikan Kadinkes Fauzan dan Direktur JP Radar Kediri Tauhid Wijaya (paling kanan). (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kota Kediri menjadi yang pertama di Indonesia sebagai daerah yang menggelar Germas Award. Dan, pelaksanaannya pun terbilang sukses. Puncak acaranya pun telah berlangsung Kamis lalu (5/12) di Hotel Lotus.

Suksesnya Kota Kediri menjadi pelopor pelaksanaan event kesehatan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Wali Kota Abdullah Abu Bakar. Dia berharap tahun depan pelaksanaannya bisa bertambah dari sisi kuantitas dan kualitas. Termasuk jumlah kategori yang dilombakan.

“Ke depan, kategori bisa ditambah,” tegas wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini.

Menurut Abu, Germas Award bisa menggerakkan masyarakat agar hidup sehat. Tidak hanya di lingkungan masyarakat tetapi juga di kantor-kantor instansi di Kota Kediri. “Kantornya harus dibuat bagus. Kamar mandi bersih,” ujarnya.

Abu menambahkan, kondisi nyaman di kantor secara tidak langsung mampu menggerakkan ekonomi. Sebab, orang luar daerah semakin sering mengunjungi Kota Kediri karena bersih dan sehat. “Tahun depan lebih bagus lagi. Sehingga Kota Kediri menjadi (lebih) keren,” tandasnya.

Sementara itu, dari pelaksanaan Germas Award 2019, kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri keluar sebagai juara umum. Hal itu diketahui saat puncak acara di Hotel Lotus, Kota Kediri. Event  pertama di Indonesia itu berlangsung atas kerja sama Dinkes Kota Kediri dan Jawa Pos Radar Kediri.

Kepala Dinkes dr Fauzan Adima mengatakan, tujuan Germas Award salah satunya untuk mengedukasi masyarakat agar hidup sehat. “Kami harus ikut mengampanyekan gerakan hidup sehat,” tandas Fauzan.

Dia menyebut, ada peningkatan penyakit non-infeksi di masyarakat. Di antaranya adalah penyakit jantung dan diabetes. Penyakit degeneratif itu salah satunya disebabkan minimnya aktivitas yang dilakukan masyarakat. “Kita tidak banyak gerak (olahraga, Red),” ungkap pria yang juga menjabat Plt Direktur RSUD Gambiran ini.

Padahal gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), kata Fauzan, bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Misalnya melakukan gerakan peregangan selama 5-10 menit setiap harinya. “Apalagi untuk kita yang bekerja setiap harinya di meja komputer. Dua jam sekali bisa meluangkan waktu untuk peregangan,” ujarnya.

Tujuan kedua, kata Fauzan, dinkes ingin memberikan apresiasi kepada instansi yang sudah menjalankan Germas. Sebab, belum semua instansi di Kota Kediri sadar dengan Germas. “Kami berharap Germas Award menjadi kegiatan rutin di Kota Kediri,” harapnya.

Dalam acara yang dimulai sekitar pukul 12.00 itu, tim juri membacakan satu per satu para pemenang dari empat kategori. Dimulai dari pengumuman kategori kelurahan. Untuk pemenang pertama diraih Kelurahan Ringinanom, Kecamatan Kota. Kedua dan ketiga direbut Kelurahan Singongeran dan Kampungdalem, Kecamatan Kota.

Di kategori BUMN/BUMD, juara pertama disabet Bank Jatim. Untuk juara kedua dan ketiga adalah Bank BRI dan PTPN X PG Meritjan. Sedangkan kategori instansi swasta dimenangkan Grand Surya Hotel. Juara kedua dan ketiga diraih Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri dan Hotel Lotus.

Terakhir, juri mengumumkan untuk kategori instansi pemerintah. Di bawah BKPPD, juara kedua dan ketiga direbut Kantor Bea Cukai Kediri dan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP).

Pemilihan BKPPD sebagai juara umum bukan tanpa pertimbangan. Di kantor instansi yang beralamat di Jalan Himalaya, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto itu, Germas sangat lengkap. Selain aktivitas fisik, makan buah dan sayur, serta cek kesehatan rutin, mereka juga menyediakan ruang laktasi dan konsultasi kejiwaan.

Sebelumnya pengumuman Germas Award, dinkes mengumumkan pemenang lomba musala sehat. Juara pertama diraih Musala At Taqwa Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto. Adapun juara kedua dan ketiga didapat Musala Al Amin Kelurahan Jamsaren dan Musala An Nahdloh Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia