Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Janji Akan Menormalisasi

Terkendala Pembuangan Material Sedimen

06 Desember 2019, 15: 51: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

limbah

TUNGGU KAJIAN: Warga menunjukkan kondisi aliran sungai Klinter yang diduga tercemar limbah dari PT Jaker. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk - PT Jaya Kertas (Jaker) merespons protes warga terkait bau limbah di sungai Klinter, Desa Kemaduh, Kertosono. Mereka menyiapkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai. Meski demikian, rencana tersebut belum kunjung direalisasikan karena terhambat aturan pembuangan material tanah dan limbah sungai.

          Hal itu diungkapkan oleh Manajer Humas PT Jaker Aman Kombeli. Menurutnya, perusahaan siap menindaklanjuti keluhan warga di lima desa terkait limbah PT Jaker. Yakni, Desa Pelem, Kemaduh, Nglawak, Lambang Kuning, Kecamatan Kertosono. Serta, Desa Pisang, Kecamatan Patianrowo. “Lagi dirapatkan,” ujar Aman sembari menyebut langkah perusahaan salah satunya adalah menormalisasi sungai.

          Lebih jauh Aman mengungkapkan, limbah di sungai Klinter tidak hanya dari PT Jaker. Melainkan ada juga sampah dan limbah rumah tangga. Setelah melakukan pengamatan, mereka memutuskan untuk menormalisasi sungai agar bau tak sedap berkurang.

          Yang menjadi kendala, jelas Aman, saat sungai dinormalisasi mereka tidak boleh membawa material sedimen dan limbah. Pembuangan sedimen dan limbah harus mendapat penanganan khusus karena sungai diduga telah terkontaminasi. “Pembuangan (sedimen dan limbah, Red) tidak bisa sembarangan. Kegiatan normalisasi sungai terpaksa di-stop,” lanjutnya.

Padahal, tutur Aman, PT Jaker sudah menyewa alat berat dan alat angkut. Dengan kendala yang dihadapi, Aman berujar pihaknya akan mengajak dinas lingkungan hidup (LH) berkoordinasi. Ia berharap normalisasi bisa terlaksana agar bau tak sedap segera hilang.

Seperti diberitakan, tak hanya limbah abu slag aluminium (asalum) di kolam ikan milik Sutikno, di Desa Babadan, Patianrowo, yang diprotes warga. Melainkan juga limbah PT Jaker yang diduga mencemari sungai Klinter.

Sebagai wujud protes, warga memasang spanduk di beberapa titik. Meminta pemkab segera menindaklanjuti pencemaran yang menimbulkan bau tak sedap itu. Menindaklanjuti protes warga, pemkab melalui dinas LH sudah melakukan uji limbah.

Bahkan, Penegakan Hukum (Gakum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) juga sudah mengambil langkah terkait temuan tersebut. Kementerian yang membidangi pelestarian lingkungan itu disebut-sebut juga memberi sanksi kepada PT Jaker.

Terkait sanksi yang dijatuhkan Kementerian LHK, Aman menegaskan saat ini PT Jaker sudah kembali beroperasi. Tentang penanganan limbah, Aman menyebut perusahaan sudah mengolah limbah sesuai aturan. “Setiap bulan dinas LH mengambil sampel air dibawa ke Mojokerto untuk dicek,” jelas Aman.

Meski demikian, dia mengaku tidak paham teknis pemeriksaan limbah secara detail. “Ada yang mengurusi sendiri. Saya tidak paham,” tandasnya. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia