Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Dinas LH Kaji Sungai Klinter

Mulai Koordinasi dengan Kementerian LHK

06 Desember 2019, 15: 40: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Dinas LH Kaji Sungai Klinter

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - PT Jaya Kertas (Jaker) mengklaim pengolahan limbah mereka sudah sesuai dengan ketentuan. Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Nganjuk tetap merespons aduan warga di sekitar sungai Klinter terkait dampak limbah. Salah satunya, dengan melakukan kajian di lokasi yang jadi pembuangan air limbah pabrik kertas tersebut.

          Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Nganjuk Tri Wahju Koentjoro mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan kajian khusus di sungai Kliter. Terutama, terkait penghitungan jumlah daya tampung dan daya dukung sungai sebagai tempat penyaluran limbah. “Hasil kajian nanti akan dilaporkan ke pimpinan dan diteruskan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK),” ujar Tri.

          Lebih jauh Tri menuturkan, sebelumnya dinas LH sudah mengambil sampel di sungai untuk uji laboratorium. Ada tiga titik lokasi yang diambil airnya untuk sampel. Termasuk sampel air dari lokasi pengolahan limbah di PT Jaker. “Tujuannya untuk membandingkan antara sampel di unit pengolahan limbah dan limbah cair yang masuk ke sungai,” lanjut Tri.

          Hingga awal Desember ini, jelas Tri, hasil uji laboratorium untuk sampel limbah PT Jaker masih belum keluar. “Kami masih menunggu hasilnya,” jelas Tri.

          Selain menangani limbah di sungai Klinter, Tri menjelaskan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian LHK terkait pembuangan limbah di Desa Babadan, Patianrowo. Dinas LH, tutur Tri, tidak bisa langsung memindahkan limbah dari kolam ikan milik Sutikno tersebut. Sebab, saat ini kasus limbah abu slag aluminium itu tengah ditangani oleh Kementerian LHK.

          Sejauh ini, menurut Tri pihaknya terus berkoordinasi agar limbah B3 itu segera dipindahkan dan tidak menganggu warga desa. “Saya juga masih menunggu,” tegas Tri sembari membenarkan jika limbah berpotensi mencemari ekosistem dan udara.

          Seperti diberitakan, sebelumnya General Manager   PT Jaker Tanizar mengatakan, pabriknya sudah dilengkapi dengan unit pengolahan limbah (UPL). Karenanya, PT Jaker tidak keberatan jika dinas LH dan Kementerian LHK melakukan uji laborat untuk mengecek limbah cairnya.

          Termasuk saat mereka membandingkan antara hasil limbah cair yang sudah diolah di dalam pabrik dengan limbah di sungai Klinter. Terkait tudingan tentang sungai Klinter yang terkontaminasi limbah, Tanizar juga meminta pemkab melakukan uji laboratorium. “Biar dari dinas LH (Lingkungan Hidup, Red) yang melakukannya,” ungkap pria berambut putih ini sembari menyebut dirinya yakin limbah cair PT Jaker tak bermasalah.

          Untuk diketahui, PT Jaker yang beroperasi di tahan seluas 17 hektare itu sudah mulai produksi sejak tahun 80-an. Pabrik pengolahan kertas bekas impor ini diresmikan oleh Presiden Soeharto tahun 1985.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia