Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditabrak dari Belakang, Ponsel Raib

Korban Lakan dan Jambret HP

03 Desember 2019, 16: 53: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Ilustrasi Laka

Ilustrasi Laka

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah itu tepat dialamatkan kepada Adisty Setyana. Awalnya, remaja 23 tahun asal Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto itu mengalami kecelakaan di Jalan Penanggungan setelah ditabrak pengendara motor dari belakang, Minggu malam lalu (1/12). Namun, setelah terjatuh, telepon seluler (ponsel)-nya malah raib. Diduga, telepon genggam merek Oppo F11 itu diembat pengendara motor yang menabraknya.

Ditemui di rumahnya, Adisty mengaku, kejadian itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, dia mengantarkan temannya ke Lingkungan Bence, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, menggunakan sepeda motor Honda Vario nopol AG 5146 BW. “Terus saya pulang ke rumah lewat (jalan) Penanggungan,” ungkapnya.

Melewati jalan tersebut, Adisty kemudian melintas di depan asrama TNI. Menurutnya kondisi jalan sangat gelap. Tiba-tiba dari belakang, sepengetahuannya, ada seorang pria mengendarai sepeda motor Honda Scoppy menabraknya dari belakang. “Di bagian kiri belakang yang ditabrak,” ujarnya.

Setelah itu, Adisty tidak mampu mengontrol sepeda motor warna birunya tersebut. Dia terjatuh di tepi jalan. Yang diingat, saat mengantarkan temannya, Adisty menaruh HP-nya di bagasi motor. “Saya lupa-lupa ingat. HP saya sudah hilang. Sepertinya diambil sama orangnya (pengendara Scoppy),” ungkapnya.

Dalam kondisi tergeletak, ada banyak orang yang menolongnya. Menurut Adisty, warga setempat lalu membawanya ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri. Sementara, si pengendara Scoppy langsung melarikan diri setelah menabrak.

Beruntung, Adisty hanya mengalami luka ringan di kepala. Sekitar pukul 01.00, Senin dini hari (2/12), keluarganya menjenguk ke RS. Karena tidak luka berat, dia diperbolehkan pulang kemarin pagi. “Jam tujuh saya meninggalkan rumah sakit,” katanya.

Mengetahui ponselnya raib, Adisty mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kediri. Saat ini, dia berharap, handphone (HP)-nya tersebut bisa kembali.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Kediri AKP Kamsudi mengaku, belum mendapat tembusan laporan dari sentra pelayana kepolisian terpadu (SPKT). Biasanya, begitu ada laporan atau pengaduan, humas mendapat tembusan. “Ini kami belum terima. Jadi tidak bisa menerangkan tindak lanjutnya,” kata Kamsudi.

Hal yang sama disampaikan Kapolsek Mojoroto Kompol Sartana. Dia mengaku, tidak menerima laporan. Baik berupa kehilangan HP maupun kejadian kecelakaan lalu lintas (lantas). “Untuk TKP (tempat kejadian perkara) Penanggungan, polsek tidak menerima laporan,” katanya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia