Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Shalfa Masih Mungkin Tampil di PON

Bertemu Gubernur, Mulai Bisa Bercanda

03 Desember 2019, 15: 33: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Shalfa Masih Mungkin Tampil di PON

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Masa depan Shalfa Avrila Sania kembali cerah. Setelah Wali Kota Abdullah Abu Bakar, kemarin atlet muda senam lantai itu giliran bertemu Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa di Surabaya. Setelah pertemuan empat mata itu, Shalfa bisa semringah lagi.

“Anaknya tadi sudah bisa bercanda,” kata Imam Muklas, kuasa hukumnya.

Muklas mengatakan, pertemuan gubernur dengan Shalfa berlangsung di Gedung Grahadi, Surabaya. Yang bersangkutan diterima sekitar pukul 13.00. Agar lebih intim, remaja 17 tahun itu mengobrol langsung dengan Khofifah.

“Hanya didampingi ibunya (Ayu Kurniawati, Red). Supaya pembicarannya seperti ibu dan anak,” ungkapnya.

Dibanding sebelumnya, Muklas mengakui kondisi psikologis Shalfa mulai membaik. Pasalnya, dalam kasus pencoretan dari skuad SEA Games karena tuduhan tidak perawan itu, dia tidak berdiri sendiri. Selain dukungan penuh wali kota, gubernur juga ikut menyemangati.

Apalagi, kata Muklas, gubernur juga telah menyampaikan sejumlah pernyataan terkait kasus yang menimpa Shalfa. Intinya, Khofifah ingin polemik antara pelatih dengan Shalfa segera diakhiri. Sehingga pelajar asal Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto itu bisa kembali fokus ke sekolahnya.

Dalam pertemuan dengan gubernur itu, Muklas mengatakan, Shalfa akan diberikan kesempatan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Namun kesempatan tersebut masih melihat kondisinya sampai sejauh mana. “Yang jelas, gubernur memberikan kesempatan,” katanya.

Selain itu, gubernur juga menyetujui apabila Shalfa dipindah sekolahnya dari SMAN 1 Kebomas Gresik ke Kota Kediri. Hal itu bertujuan untuk mempercepat pemulihan psikologisnya. “Gubernur sudah berkoordinasi dengan wali kota soal kepindahan itu,” ungkap Muklas.

Terakhir, agar tidak berlarut, gubernur menyarankan agar jajaran pelatih di Persatuan Senam Indonesia (Persani) Jatim meminta maaf ke keluarga Shalfa.  Untuk diketahui, sebelumnya pelatih mencoret Shalfa dari tim karena dituduh tidak perawan. Meski sudah ada bantahan dari pelatih kepala, pernyataan tersebut membuat psikologis Shalfa terguncang.

Lalu apakah Shalfa mau berlatih lagi? Sebab sebelumnya yang bersangkutan melalui sang ibu menyatakan akan berhenti berlatih dan mengubur dalam-dalam sebagai atlet. Muklas mengaku belum bisa menjaminnya. Namun hal itu tergantung dari fasilitasi pemkot terhadap Shalfa. “Kalau ada pembinaan yang baik, kami yakin Shalfa mau berlatih lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri Siswanto mengatakan, sudah menerima instruksi dari wali kota soal pengurusan pindah sekolah. Kemarin, melalui kepala bidangnya, disdik menyambangi kediaman Shalfa di Lirboyo. “Hari ini (kemarin, Red) kami ke rumahnya untuk membahas kepindahan. Tapi yang bersangkutan masih bertemu gubernur. Jadi kami jadwalkan besok (hari ini, Red) ke sana,” kata Siswanto.

Siswanto menegaskan, disdik yang akan mengurus langsung kepindahan Shalfa ke Kota Kediri. Jadi keluarga tidak perlu repot-repot mengurusnya. Bahkan, disdik sudah menunjuk SMAN 7 Kota Kediri sebagai tujuan sekolahnya nanti. “Anaknya kami pindahkan ke SMAN 7. Dalam waktu dekat sudah bisa bersekolah di Kediri” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia