Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
Sidang Q-Net

Saksi Ahli PH Anggap Sitaan BB Tak Berkaitan

03 Desember 2019, 14: 01: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

Saksi Ahli PH Anggap Sitaan BB Tak Berkaitan

Share this          

NGASEM, JP Radar Kediri – Dalam lanjutan sidang pra-peradilan, kuasa hukum PT Amobe dan PT Awi menghadirkan saksi ahli. Saksi ahli tersebut adalah dosen hukum dari Universitas Padjajaran Bandung Sudaryat.

Sidang tersebut berlangsung kemarin (2/12). Dalam persidangan tersebut, diketahui bahwa legalitas PT Amoeba dan PT Akademi Wirausaha Indonesia (AWI) telah sesuai dengan ketentuan hukum di Indonesia.

“Karena sesuai aturan perizinan, sehingga secara hukum sah bermitra menjualkan produk PT Q-net Indonesia,” kata Sholihin setelah persidagan selesai.

Di dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri terungkap bahwa perusahaan tersebut bukanlah segitiga piramid. Melainkan sebuah perusahaan multi level marketing (MLM).

Tidak hanya itu saja, juga terungkap bahwa jika barang-barang PT AWI yang disita guna penyelidikan bukan dalam perkara penyelidikan Polres Lumajang.

Selain itu di dalam persidangan diketahui bahwa Mohamad Karyadi, 48 yang telah bebas dari penahanan Polres Lumajang. Kini laki-laki asal Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari telah dilepaskan karena masa tahanan yang telah habis.

“Entah alasan mereka apa, nyatanya mereka belum mampu melengkapi berkas Karyadi menjadi P21, makanya itu perkara ini selaras dengan pendapat ahli jika condong ke perdata,” imbuhnya.

Sementara itu, Abdul Rohim, kuasa Hukum Polres Lumajang dan AKP Hasran, kasatreskrim Polres mengatakan dalam sidang tersebut pihaknya telah menyerahkan 62 bukti surat dengan 2 orang saksi. “Kami tinggal menunggu keputusannya hari rabu, semoga tugas yang dijalani Polres Lumajang sesuai perundang-undangan," kata Abdul Rahim

Terkait PT AWI dan PT Amoeba, dia menjelaskan jika pada saat penggeledahan, tidak ada papan nama yang mengatakan PT AWI. Namun dari keterangan saksi, dan barang bukti diketahui PT AWI memiliki kaitan dengan PT Amoeba. "Iya ada di dalamnya, dari hasil pemeriksaan juga ada keterkaitan dari saksi-saksi tertentu,” imbuhnya.

Abdul menjelaskan, bahwa apabila jika ada keberatan, pastinya dilayangkan mengenai keberatan tersebut. Namun hingga kemarin, tidak ada  keberatan tertulis yang ditemukan oleh Polres Lumajang.

“Karena tidak ada proses dilanjutkan sampai persidangan pidana, jika bukan haknya pasti dikembalikan pada yang bersangkutan, jika itu pelanggaran akan diserahkan pada negara,” jelas Abdul Rohim.

Terkait pelepasan Karyadi, Hasran mengaku Karyadi telah mengajukan penangguhan penahanan. Penangguhan penahanan itu dikabulkan. Jadi sebelum habis masa penahanannya selanjutnya pemeriksaan pokok perkara tetap dilanjutkan. “Jadi dia mengajukan penangguhan penahanan, atas dasar itu kami mengabulkan permohonannya, namun pemeriksaan pokok perkara tetap dilanjutkan,” tegas Hasran. Sementara itu, untuk sidang putusan akan dilakukan, Rabu (4/12). 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia