Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
Razia Balap Liar

Tuntun Motor Satu Kilometer

02 Desember 2019, 20: 52: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

BERI PELAJARAN : Para pengendara motor yang terjaring razia di Jalan Erlangga dikumpulkan di halaman kantor Satlantas Polres Kediri Kota. Selain ditilang, sebagian motor juga disita.

BERI PELAJARAN : Para pengendara motor yang terjaring razia di Jalan Erlangga dikumpulkan di halaman kantor Satlantas Polres Kediri Kota. Selain ditilang, sebagian motor juga disita. (Iqbal Syahroni - JP Radar Kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Seringnya kawasan di Jalan Erlangga menjadi lokasi balap liar kembali diantisipasi polisi. Malam minggu, atau tepatnya Minggu dini hari (1/12) penegak hukum menggelar razia. Tak hanya motor yang terlibat dalam balapan liar saja yang ditindak. Mereka yang terlihat secara kasat mata melakukan pelanggaran pun turut dirazia.

Jumlah pengendara motor yang ditilang pun mencapai ratusan. Sementara, kendaraan mereka yang disita mencapai puluhan unit. Mereka yang ditindak itu rata-rata melakukan pelanggaran lalu lintas seperti tidak berhelm atau motornya tidak standard.

“Baru mulai (razia), sekitar pukul 00.00 WIB,” terang Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana, yang memimpin langsung operasi tersebut.

Polisi menerapkan strategi yang jitu untuk menangkap para pelanggar lalu lintas itu. Di Jalan Erlangga yang satu arah itu pengendara motor tidak berkutik melihat polisi yang sudah menunggu. Beberapa pemuda terlihat berupaya melarikan diri. Dengan cara berputar dan mencoba melawan arus. Namun polisi tak kalah cerdik. Mereka sudah mengantisipasinya dengan bersiaga di beberapa titik yang bisa menjadi pintu ‘melarikan diri’.

Jumlah yang terjaring dalam razia malam itu mencapai ratusan kendaraan. Banyak di antaranya yang sudah mengalami modifikasi. Mulai dari ban hingga kenalpot. Mereka yang melanggar itu dikumpulkan di satu lokasi. Sementara, bagi yang motornya standar dan memiliki surat-surat lengkap serta berhelm diperbolehkan meneruskan perjalanan.

Yang menarik, polisi menyuruh para pelanggar untuk menuntun sepedanya ke kantor Satlantas Polres Kediri Kota. Dari lokasi razia itu, kantor tersebut jaraknya mencapai satu kilometer lebih. Yaitu berada di Jalan Brawijaya. Para pelanggar itu kemudian menuntun sepedanya dengan dikawal 70 petugas gabungan dari satlantas, satsabhara, satreskrim, hingga satbinmas.

Di kantor satlantas, para pelanggar juga diberi pengarahan dan sosialisasi. Agar mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya. Sebab, selama ini aksi mereka seperti balap liar itu meresahkan warga.

Menurut Kapolresta Miko, patroli dan penindakan seperti malam itu sebenarnya menjadi hal rutin. Namun, dia mengakui, warga banyak yang mengeluh dengan maraknya balap liar di Jalan Erlangga. Keluhan itu disampaikan ke polisi.

Kasatlantas AKP Indra Budi Wibowo menambahkan, razia semacam itu akan terus ditingkatkan. Terlebih menjelang akhir tahun seperti sekarang ini. Selain ada kecenderungan meningkatnya aksi balap liar, tindakan pemotor yang mengubah penampilan motornya tak standard juga sangat mengganggu lingkungan. Seperti suara bising kenalpot.  "Cipta kondisi seperti ini insyaAllah akan rutin dilakukan dan ditingkatkan menjelang akhir tahun," AKP Indra Budi Wibowo.

Lelaki berpangkat balok tiga di pundaknya itu juga menjelaskan bahwa dari hasil pendataan, banyak para pelanggar yang datang dari luar kota. Seperti dari Kabupaten Nganjuk dan Tulungagung. Juga dari wilayah Kabupaten Kediri. Meskipun yang dari Kota Kediri juga tak sedikit.

Dalam aksi itu, terhitung ada 255 surat tilang yang diberikan kepada para pengendara. Juga ada 72 sepeda motor yang disita di Kantor Satlantas Polres Kediri Kota karena pengendara tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK. Bahkan petugas menduga ada di antara motor yang disita itu hasil curanmor. "Untuk barang bukti bisa diambil tahun depan," pungkas Indra.

Sementara itu, warga menyambut gembira razia yang dilakukan polisi itu. Karena selama ini aksi balap liar mengganggu warga dan pengguna jalan. "Memang sering Mas, di sini (Jalan Erlangga, Red) dipakai untuk balapan. Atau sekadar nggeber-nggeber kenalpot," ujar Randi, salah seorang warga yang menyempatkan waktu melihat aksi petugas menertibkan para pengendara sepeda motor itu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia