Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Features

Purwoko, Anggota DPRD Gerindra Berpulang

02 Desember 2019, 16: 25: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

Obi

(DPRD Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kabar duka menyelimuti keluarga besar DPRD Nganjuk dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Nganjuk. Sekitar pukul 05.49 kemarin, Purwoko, politisi dari Partai Gerindra berpulang. Anggota Komisi III DPRD Nganjuk itu diduga meninggal akibat sakit gagal ginjal.

Ketua DCP Gerindra Nganjuk Sukarno mengatakan, pria berusia 55 tahun itu rutin cuci darah dua minggu sekali. “Info dari keluarganya begitu (meninggal akibat penyakit gagal ginjal, Red),” ujar Sukarno.

Karena alasan sakit yang dideritanya itu pula, Purwoko tidak lagi menjabat ketua fraksi di periode kedua jabatannya sebagai wakil rakyat. Sebelumnya, pria asal Desa Bareng, Sawahan ini menjabat ketua fraksi untuk periode 2009-2014.

Kepergian Purwoko pun meninggalkan kesan yang mendalam bagi Sukarno. Pasalnya, selama ini dia dikenal sebagai sosok yang loyal kepada partai. Terakhir kali berkontibusi untuk partai saat rapat pada awal bulan November lalu.

Agenda rutin itu seakan menjadi sarana untuk menyampaikan pesan terakhirnya. Dia meminta agar suara fraksi benar-benar mewakili atau perpanjangan tangan dari partai. “Saat sakit masih tetap memikirkan partai,” lanjutnya.

Purwoko yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Pertanian DPC Partai Gerindra ini mengingatkan fraksinya agar tidak berjalan sendiri. “Harus koordinasi dengan Pak Karno,” terang Sukarno menirukan ucapan Purwoko di rapat tersebut.

Sebagai kader yang mampu menjabat anggota DPRD selama dua periode, Purwoko dianggap sebagai kader yang sukses menjaga suara partai di daerah pemilihan (dapil V). Yakni, Kecamatan Sawahan, Ngetos dan Berbek. “Dia politisi yang berdedikasi tinggi,” puji Sukarno.

Untuk mengisi kekosongan di DPRD pascakepergian Purwoko, Sukarno tak menampik opsi pergantian antarwaktu (PAW). “Sesuai dengan aturan KPU, kewajiban kami buat laporan tentang surat kematian (Purwoko, Red,” bebernya.

Dari sana KPUD Nganjuk yang akan menentukan siapa yang akan menjadi penggati Purwoko di DPRD. “Partai tidak punya kewenangan untuk menunjuk si A atau si B,” tandasnya.

Sesuai aturan, yang berhak menggantikan Purwoko adalah calon anggota legislatif yang meraih suara terbanyak di bawah Purwoko. Yakni, Chalimah Annajiyah.

Meski demikian, DPC Gerindra masih menunggu hasil verifikasi KPUD Nganjuk. “Kami tunggu laporan dari partai, nanti dicek sudah memenuhi syarat atau tidak,” sambung Ketua KPUD Nganjuk Pujiono.

Verifikasi yang akan dilakukan KPUD, lanjut Pujiono, di antaranya terkait jumlah perolehan suara calon pengganti. Setelah verifikasi tuntas, hasilnya akan diserahkan kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa. “Alurnya dari partai, DPRD, KPUD, bupati dan gubernur,” terang Pujiono sembari menyebut pihaknya menunggu laporan dari DPC Gerindra.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia