Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Korban Penipuan Bawang Merah Bertambah Lagi

Satreskrim Berencana Sita Rumah Lasmidi

02 Desember 2019, 16: 19: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

Bawang

TUNGGU PENYIDIKAN: Aktivitas jual beli bawang merah di Pasar Sukomoro berjalan normal. Puluhan pedagang yang menjadi korban penipuan Lasmidi menunggu hasil pengusutan kasus penipuan brambang senilai miliaran rupiah itu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Korban penipuan bawang merah di Pasar Sukomoro, Nganjuk yang dilakukan oleh Lasmidi terus bertambah. Jika sebelumnya Satreskrim Polres Nganjuk mencatat ada 36 pedagang di Pasar Sukomoro yang tertipu, jumlah korban kemarin menjadi 42 orang.

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Y.K. membenarkan hal tersebut. Dalam pemeriksaan, korban penipuan jual-beli bawang merah yang dilakukan Lamidi membengkak. “Total telah ada 42 orang pedagang yang kami periksa,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dari pemeriksaan tambahan tersebut, pihaknya belum melihat adanya indikasi pelaku atau tersangka tambahan selain Lasmidi. Sedangkan pembeli yang disetori bawang merah oleh pelaku masih diduga sebagai pembeli biasa.

“Kami masih fokus pemeriksaan saksi dan korban. Sementara ini, belum ada pelaku tambahan yang kami tetapkan,” lanjut Nikolas.

Dengan bertambahnya korban tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa total kerugiannya akan bertambah. Sebelumnya, saat diamankan petugas, total hasil penipuan yang dilakukan Lasmidi ditaksir sekitar Rp 2,5 miliar. Sebanyak Rp 500 juta uang dan aset hasil penipuan di antaranya, berhasil diamankan oleh Tim Macan Wilis Polres Nganjuk.

Beberapa aset Lasmidi yang telah diamankan petugas antara lain sebuah mobil Honda Jazz dan sebuah motor Honda Scoopy. Selain kendaraan, ia juga membelanjakannya untuk alat-alat eletronik. Yakni satu unit televisi merk Sony 43 inch, satu unit sound system, dan mesin cuci.

“Kami juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 88 juta, dua buah kalung emas, dan sebuah ponsel merk Oppo A9,” imbuh pria yang baru saja melepaskan masa lajangnya akhir bulan kemarin.

Terkait aset, Tim Macan Wilis juga telah berhasil mengendus rumah tipe 45 yang di beli Lasmidi di sebuah lokasi di Madiun. Rumah tersebut bernilai sekitar Rp 350 juta. Hanya saja, karena Lasmidi membeli rumah tersebut secara tunai, dia mendapat potongan harga. Yakni, hanya membayar Rp 340 juta.

Lebih lanjut, pria kelahiran Jogjakarta itu menegaskan, ke depan polisi akan melakukan penyitaan rumah hasil penipuan itu. Tetapi, Nikolas mengaku tidak ingin tergesa-gesa. Dia harus memastikan semua data terkumpul lebih dulu. “Akan kami lakukan penyitaan. Tapi pastinya kapan, kami belum dapat memberitahunya,” tandas perwira dengan dua balok emas di pundak tersebut.

Seperti diberitakan, sebelumnya, penyidik juga sudah memeriksa pengembang dari perumahan yang dibeli oleh Lasmidi. Dari pemeriksaan inilah pihaknya mengetahui bagaimana pembayaran dan waktu pembelian rumah tersebut oleh Lasmidi. Diduga kuat, rumah itu dibeli Lasmidi dengan uang hasil penipuan bawang merah di Pasar Sukomoro.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia