Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Terlibat Penggelapan Divonis 18 Bulan Bui

30 November 2019, 15: 21: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI

ILUSTRASI

Share this          

NGASEM, JP Radar Kediri – Yuli Dwi Wulansari, 31, terdakwa kasus penipuan, dinyatakan bersalah dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri. Perempuan asal Jl Supriyadi, Gedangsewu, Pare ini divonis hukuman satu tahun enam bulan atau 1,5 tahun penjara. Dia terbukti terlibat kasus yang merugikan PT Mega Finance (MF) Kediri.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang kepunyaan orang lain,” terang Ketua Majelis Hakim Putut Tri Sunarko, Kamis (28/11).

Vonis ini lebih ringan tiga bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Kurniawan. Sebelumnya, Yuli dituntut dua tahun penjara. Perbuatannya melanggar pasal 372 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam membacakan putusannya, hakim menyampaikan pertimbangan hukumnya. Yang memberatkan, perbuatan Yuli merugikan PT MF. Sementara yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, menyesal, dan berjanji tidak mengulangi.

“Terdakwa belum pernah dihukum dan merupakan tulang punggung keluarga,” imbuh hakim yang juga Ketua PN Kabupaten Kediri ini.

Dalam kasus ini, Yuli berperan sebagai PK (pemohon kredit). Dari data yang ia dapatkan kemudian diberikan pada Dimas Hadi Budoyo, 24, petugas collector PT MF. Lalu digunakan proses kredit di diler Galaxy Motor, Pare.

Untuk mendapatkan sepeda motor, Yuli mencari nasabah yang dipinjam identitasnya untuk mengajukan kredit di PT MF. Selain Dimas, juga ada campur tangan M.Yusuf yang menyurvei agar kredit motor di ACC pihak diler.

Kemudian peran Imanu Dwi Siswo Putranto sebagai survei nasabah yang dipinjam identitasnya untuk kredit. Setelah itu, nama PK yang identitasnya dipinjam dibuat untuk mengajukan kredit motor. Berdasarkan keterangan PT MF, terdapat 25 bendel data aplikasi di mana tiap bendel satu PK adalah satu unit motor. Akibat kejadian tersebut, PT MF mengalami kerugian Rp 500 juta.

Setelah membacakan putusan, Putut memberikan kesempatan pada Yuli menanggapi. “Saya menerima hukuman tersebut,” ujarnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia