Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Dapur dan Kandang Ludes Dilalap Api

Ditinggal Mengantar Makanan ke Rumah Saudara

30 November 2019, 12: 43: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Kebakaran

SIGAP: Anggota PMK Nganjuk melakukan pembasahan setelah memadamkan api di dapur dan kandang milik Sadir, 65, di Desa Jintel, Rejoso, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

REJOSO, JP Radar Nganjuk- Kehebohan terjadi di rumah Sadir, 65, di Desa Jintel, Rejoso, kemarin pagi. Ini setelah dapur dan kandang sapi milik pria tua itu dilalap si jago merah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Rejoso AKP Burhanudin mengatakan, kejadian bermula sekitar pukul 7.30. Saat itu, Siti Aminah, 64, istri Sadir sedang memasak di dapur. “Waktu itu ia sedang merebus jagung di dapurnya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Siti merebus jagung menggunakan tungku kayu bakar.  Seperti biasanya, dia tak menunggui proses memasak yang membutuhkan waktu lebih dari satu jam itu.

Beberapa saat kemudian, Siti bahkan mengantar makanan ke rumah saudaranya yang tinggal di Rejoso. “Baru pulang sekitar pukul 09.00,” lanjut perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Begitu masuk ke dalam rumah, dia merasakan ada yang janggal. Awalnya dia mendengar ada suara kayu yang terbakar. Perempuan tua itu lantas mengecek ke dapur.

Benar saja, saat dicek kobaran api sudah memenuhi dapurnya. Bahkan, tidak hanya dapur yang disasar si jago merah. “Kandang sapi yang terletak bersebelahan di sana juga turut terbakar,” timpalnya.

Melihat itu Siti langsung panik. Dia berteriak meminta tolong. Tutik, anak Siti juga berlari meminta bantuan para tetangga. Hanya dalam hitungan menit, warga langsung mendatangi rumah pasutri itu. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Perwakilan warga lainnya juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rejoso dan PMK Nganjuk. Tak berselang lama, PMK Nganjuk tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.

Kebetulan, material di dapur dan kandang itu mudah terbakar. Pasalnya, dinding dapur terbuat dari anyaman bambu. Sedangkan di kandang, selain kayu dan atap, jerami untuk pakan sapi juga menumpuk.

Pemadaman api di dua lokasi itu memakan waktu sekitar 15 menit. Selebihnya, petugas melakukan pembasahan untuk memastikan api tidak muncul lagi dari bagian tumpukan jerami dan kayu.“Pendinginan dilakukan oleh personel hingga pukul 10.30,” sambung Kasatpol PP Nganjuk Abdul Wakid kepada koran ini.

Wakid bersyukur  tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut. Baik dari sisi pemilik bangunan maupun personel. Hanya saja, kerugian material tak dapat terelakkan. “Kerugian material ditaksir sekitar Rp 6 juta,” papar Wakid.

Baik dari pihak Polsek Rejoso maupun PMK Nganjuk, menduga kebakaran tersebut berasal dari aktivitas memasak jagung tersebut. Yakni, dipicu oleh bara api yang ada dari kayu bakar tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia