Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Satsabhara Sita Belasan Botol Arak

29 November 2019, 13: 41: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Miras

ILEGAL: Anggota satsabhara mengecek miras jenis arak jowo yang dikemas dalam botol air mineral. (Satsabhara for radarkediri.id)

Share this          

LENGKONG, JP Radar Nganjuk-Aliyah, 52, dan Sri Utami, 48, harus kembali berurusan dengan polisi, Rabu (27/11) lalu. Dua perempuan asal Lengkong itu tetap nekat menjual minuman keras jenis arak jowo meski sebelumnya pernah terjerat kasus yang sama.

Kasatsabhara Polres Nganjuk AKP M. Nur Huda mengatakan, dari warung keduanya, tim sabhara berhasil mengamankan belasan botol arak jowo. “Kami mendapatkan informasi kalau mereka masih menjual miras. Setelah kami tindak lanjuti ternyata benar,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, begitu tiba di warung milik Aliyah di Desa Ketandan, Lengkong, polisi langsung melakukan penggeledahan. Dari sana diketahui jika warung yang menjual kopi dan jajanan itu juga mengedarkan miras. Ini setelah polisi menemukan 10 botol arak jowo di lokasi warung.

Tak menunggu lama, 10 botol arak jowo yang dikemas di botol air mineral ukuran sedang itu langsung diamankan. Masing-masing botol berisi sekitar 500 mililiter miras.

Usai dari warung Aliyah, tim sabhara menyasar warung milik Sri Utami di Desa Ngringin, Lengkong. Di sana, mereka hanya mendapati lima botol miras. Jenisnya juga arak jowo. Hanya saja, miras di warung Sri dikemas dalam dua ukuran. Yaitu, botol air mineral berisi 1.000 mililiter miras dan 500 mililiter. “Dua botol ukuran besar dan tiga botol ukuran sedang,” terang Huda.

Dikatakan Huda, Aliyah dan Sri Utami bukanlah orang baru. Keduanya sudah pernah berurusan dengan kepolisian karena kasus penjualan miras. Polisi juga pernah mengenakan tindak pidana ringan (tipiring) atas praktik yang mereka lakukan. “Sebelumnya pernah (tertangkap), namun sudah beberapa bulan yang lalu,” tandas Huda.

Melihat kenekatan kedua, Huda memastikan Aliyah dan Sri akan tetap diproses hukum. Terlebih, menurut Huda keduanya tergolong sudah lama berjualan miras. “Rata-rata sudah setahun lebih jualannya,” beber perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Dalam pemeriksan polisi, Aliyah dan Sri mengaku mendapat miras dari seorang pengepul. Saat ditanya identitas pengepul besar miras di Kota Angin, menurut Huda mereka kompak mengaku mendapat miras dari luar Nganjuk.

Terkait sistem peredarannya, Huda berujar, pengepul tersebut langsung memasok miras kepada para pengecernya. Dia pun menduga, pengepul langsung mengantarkan miras ke warung-warung itu. “Mungkin bisa di katakan seperti sales,” imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dua perempuan itu akan kembali di proses dengan tipiring. Barang bukti berupa belasan botol miras langsung disita dan diamankan di ruang satsabhara.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia