Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Penyidik Satreskrim Periksa Pengembang Rumah Lasmidi

Beli Rumah Secara Tunai dengan Uang Penjualan

29 November 2019, 13: 37: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

Bawang

KENA BATUNYA: Lasmidi, 33, tersangka penipuan jual beli bawang merah digelandang polisi jelang rilis di Mapolres Nganjuk. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Lasmidi, 33, gila-gilaan dalam membelanjakan uang yang diduga hasil penipuan bawang merah di Pasar Sukomoro. Selain Honda Jazz, ia juga membeli rumah tipe 45 seharga ratusan juta rupiah di wilayah Madiun. Hal itu diketahui setelah penyidik memeriksa pengembang perumahan yang dibeli Lasmidi.

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas YK mengatakan, Lasmidi membeli sebuah rumah di Madiun secara tunai. Harga rumahnya sekitar Rp 350 juta. “Rumah itu dibelinya dengan sistem cash keras,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.

Fakta itu, lanjut Nikolas, diketahui tim Resmob Macan Wilis setelah mendalami aset-aset milik Lasmidi. Terutama rumah bermodel modern minimalis tersebut. Penyidik juga sudah memeriksa pengembang dari perumahan yang dibeli oleh Lasmidi.

“Beberapa hari lalu kami telah memeriksa developer rumah yang dibeli oleh tersangka (Lasmidi, Red),” aku pria yang berencana mengakhiri masa lajangnya akhir pekan ini.

Dari pemeriksaan itu, penyidik mendapat fakta Lasmidi membeli rumah dengan sistem tunai keras. Cara ini biasanya hanya dipakai pembeli yang memiliki uang melimpah. Pasalnya, pelunasan pembayaran dilakukan maksimal satu bulan.

Seperti yang diduga polisi, Lasmidi membeli properti tersebut dengan uang hasil menipu penjualan bawang merah pedagang di Pasar Sukomoro. Sehingga, tidak kesulitan mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah. Terlebih, total kerugian pedagang bawang merah di Pasar Sukomoro mencapai Rp 2,5 miliar.

Belum lagi, pembayaran dengan metode tunai keras itu memiliki beberapa nilai plus. Salah satunya, potongan harga yang diberikan oleh pengembang. Bahkan potongannya bisa mencapai 10-15 persen.

“Tersangka (Lasmidi, Red) juga mendapatkan diskon karena ia membayar dengan cash keras,” imbuh perwira dengan dua balok emas di pundak itu sembari menyebut Lasmidi hanya perlu merogoh koceknya sekitar Rp 340 juta saja.

Seperti diberitakan, penangkapan Lasmidi juga berawal dari penelusuran aset-aset yang dilakukan polisi. Dari informasi yang digali, akhirnya diketahui keberadaan pria yang tidak sempat lulus SMP tersebut.

Uniknya, Lasmidi justru diamankan oleh Tim Resmob Macan Wilis di sebuah rumah kos di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Madiun, Jumat (15/11) lalu. Ia menyewa sebuah kamar kos nomor C5. Lasmidi sengajatidak menempati rumah yang diduga menjadi salah satu aset yang dibelinya dengan uang hasil penipuan tersebut.

Sebelumnya, polisi sudah mengamankan sejumlah aset Lasmidi lainnya. Mulai satu unit mobil Honda Jazz, sepeda motor Honda Scoopy, TV, dan uang tunai Rp 88 juta.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia