Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Warga Tunggu Realisasi Bantuan

Dinsos PPPA Gelar Rapat Koordinasi

29 November 2019, 13: 33: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Angin

RUSAK: Suparno, 65, menunjukkan kondisi rumahnya di Desa Kemaduh, Baron yang diterjang angin kencang Senin (25/11) lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

BARON, JP Radar Nganjuk-Sejumlah rumah warga yang diterjang angin kencang Senin (25/11) lalu belum kunjung diperbaiki hingga kemarin. Mereka pun mempertanyakan kapan bantuan perbaikan rumah dari Pemkab Nganjuk akan diberikan.

Pantauan koran ini, hingga kemarin sejumlah rumah warga yang rusak akibat terjangan angin kencang masih belum dilakukan perbaikan. Kondisi sejumlah rumah rusak di beberapa desa di Baron, masih sama dengan beberapa hari silam.

Saat hujan mengguyur daerah mereka, warga terdampak bencana terpaksa mengungsi. Atau berteduh di bagian rumah yang masih selamat. Suparno, 65, warga di Dusun Plosorejo, Desa Kemaduh, Baron, salah satunya.

Atap rumah pria tua itu separo hancur diterjang angin. Tetapi, hingga kemarin dia belum melakukan perbaikan. Pun, dinding rumahnya di sisi utara juga roboh. “Sebenarnya saya takut waktu hujan datang bisa bertambah parah lagi (kerusakannya, Red),” ujar Suparno sembari menunjukkan kondisi atap rumahnya.

Mengapa dia tak kunjung memperbaiki rumahnya? Ditanya demikian, Suparno mengaku membutuhkan banyak uang untuk memperbaikinya. Sebab, selain atap yang ambrol dan dinding rumah yang ambruk, beberapa bagian dinding juga terlihat retak. Karenanya, selain memperbaiki atap dia juga harus memperbaiki bagian dinding.

“Kalau gentingnya diganti tapi temboknya tidak diperbaiki sama saja nanti. Tidak akan kuat dan sewaktu-waktu bisa roboh lagi,” hemat pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani tersebut.

Meski memiliki sedikit uang, Suparno juga masih mempertanyakan bantuan rehab dari Pemkab Nganjuk. Dia juga khawatir material yang dibeli akan dobel dengan bantuan yang diberikan. “Nanti terlanjur beli pasir, ternyata bantuan yang diberikan juga berupa material pasir. Sayang kalau dobel,” seloroh Suparno.

Menyikap hal tersebut, Dinsos PPPA Nganjuk menegaskan pihaknya baru saja menggelar rapat koordinasi. Yakni, membahas masalah bantuan perbaikan yang diberikan untuk warga terdampak angin kencang di sana.

“Ini sudah di proses. Ini tadi koordinasi dengan BPBD. Secepatnya (bantuan perbaikan akan diberikan) karena memang urgent (mendesak, Red),” aku Kepala Dinsos PPPA Nganjuk Nafhan Tohawi kepada koran ini.

Ia mempersilakan warga memperbaiki rumahnya dulu kalau memang sangat mendesak dan memiliki anggaran sendiri. Nafhan menegaskan, bantuan  dari pemkab bersifat stimulan kepada korban terdampak. Terkait bentuk bantuan, Nafhan menegaskan berupa uang dan bukannya material.

“Bantuannya berupa uang yang dilewatkan rekening korban. Silakan untuk belanja bahan bangunan untuk rehabilitasi rumahnya,” terang Nafhan sembari memastikan tidak ada potongan dalam penyalurannya nanti.

Seperti diberitakan sebelumnya, bantuan perbaikan akan diberikan sesuai tingkat kerusakan rumah masing-masing. Pihaknya akan melihat hasil asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakannya. Meski belum bisa memastikan jumlah bantuan yang diberikan, Nafhan memberi rentang nilai bantuan.

Untuk rumah yang tergolong rusak berat dapat mendapatkan bantuan hingga Rp 30 juta. Sedangkan untuk yang rusak ringan antara Rp 5-10 juta. Besaran yang diterima korban sesuai dengan hasil asesmen tim Pemkab Nganjuk.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia