Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Features
RT-RT yang Berjaya di Prodamas Award 2019 (2)

Hubungkan Gang Buntu dengan Jembatan Warna-warni

29 November 2019, 11: 59: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

prodamas award tosaren

BERKELANJUTAN: Wahyu Miadi ketika berada di salah satu jembatan hasil Prodamas. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

Dua tahun terakhir warga di RT 26/RW 09 Kelurahan Tosaren membangun jembatan. Tahun lalu, mereka masuk nominasi. Sementara tahun ini, RT di Kecamatan Pesantren itu menjadi terbaik dalam Prodamas Award 2019 bidang infrastruktur.

ANWAR BAHAR BASALAMAH, Kota, JP Radar Kediri

Jembatan menjadi bagian penting bagi warga di RT 26/RW 09. Lewat pembangunan tersebut, gang-gang di sana terhubung dengan gang di RW lain. Bahkan, keberadaan jembatan merupakan akses menuju Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota.

prodamas award 2019

SEMANGAT: Perwakilan RT 26/RW 09 Tosaren saat menerima award. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

“Kami fokuskan membangun jembatan dari Prodamas,” kata Wahyu Miadi, ketua RT saat ditemui di kediamannya kemarin.

Tahun 2017, terang Wahyu, RT-nya membangun jembatan di Gang Mawar. Panjangnya 3 meter dengan lebar sekitar 2 meter. Saat itu, program tersebut masuk nominasi Prodamas Award 2018. Di tahun yang sama, pembangunan jembatan masih menjadi prioritas. Kali ini, giliran di Gang Melati.

“Kami bangun 3 x 2 meter,” ujarnya.

Pembangunan tersebut rupanya membuat tim juri Prodamas terpikat. Pada malam penganugerahan di GOR Jayabaya, RT 26 akhirnya menyabet predikat terbaik di bidang infrastruktur.

Apa yang menarik dari pembangunan jembatan di sana? Menurut Wahyu, jembatan bukan hanya berfungsi sebagai akses penghubung dengan warga di RW lain. Tapi sudah menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, mereka tidak sekadar membangun. “Kami berikan sentuhan warna agar menarik,” ungkap pria kelahiran Kediri, 8 Juli 1974 ini.

Pengecatan warna-warni itu tidak hanya menempel di tubuh jembatan. Dari ujung gang, kesan itu sudah tampak terlihat. Pada dinding rumah, mereka menggambar pemandangan yang begitu indah. “Jadi setelah masuk gang sampai ke jembatan, semua berwarna-warni,” ujarnya.

Maklum, selain warga asli, banyak rumah di RT tersebut yang disewakan untuk kos-kosan. Salah satunya mahasiswa yang berkuliah di Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Strada Kediri. Karena itulah, banyak orang luar daerah yang tinggal di sana. “Jadi harus memberikan kesan tempat tinggal yang nyaman,” ucapnya.

Ide-ide tersebut, kata Wahyu, berasal dari warganya. Mereka memang memiliki peran penting dalam perencanaan kegiatan Prodamas. Bahkan, masyarakat secara swadaya ikut memberikan sumbangsih terhadap pembangunan jembatan.

Wahyu menuturkan, dari Prodamas, RT mengalokasikan anggaran sekitar Rp 18 juta untuk membangun jembatan. Namun di luar itu, ada anggaran swadaya dari masyarakat. “Mereka sukarela membantu. Berapapun nilainya tetap bermanfaat,” kata Wahyu sembari menyebut ada 70 kepala keluarga (KK) di RT-nya.

Pembangunan jembatan tersebut membawa manfaat besar bagi masyarakat. Mereka punya banyak akses jalan menuju ke RW lain atau Kaliombo. Sebelum ada jembatan, Gang Melati merupakan gang buntu. “Karena ada sungai kecil. Tidak bisa dilewati,” paparnya.

Kata Wahyu, total ada empat jembatan yang dibutuhkan warga RT 26. Dua jembatan sudah dibangun tahun lalu dan 2017. Sedangkan dua jembatan lagi akan dibangun mulai tahun depan dan 2021. “Tahun ini, kami tidak fokuskan dulu ke jembatan,” ujar pria yang menjabat ketua RT sejak tiga tahun lalu ini.

Satu jembatan, kata Wahyu, merupakan  program rehabilitasi.  Sementara satu jembatan lagi akan dibangun baru. “Setelah empat jembatan selesai, kami baru merancang program lain,” katanya.     

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia