Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Begal Payudara: Pelaku Pilih Korban Seksi dan Berdada Besar

28 November 2019, 18: 43: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

begal payudara

KASUS ASUSILA: Kapolres AKBP Roni Faisal Saiful Fatoni (kiri) ketika merilis kasus begal payudara dengan tersangka, Supriyadi, berikut barang buktinya di halaman Mapolres Kediri, kemarin. (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Supriyadi, 37, pelaku begal payudara, ternyata tak sembarangan beraksi. Pria asal Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo ini rupanya pilih-pilih perempuan sasaran korbannya. Tidak semua yang lewat digerayangi bagian dadanya.

Modusnya, mengintai lebih dahulu. Lokasinya di jalan sepi Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat. Dari kejauhan, Supriyadi akan melihat postur calon korbannya.

“Yang jelas saya lihat-lihat dulu wedokannya (wanitanya). Kalau nggak masuk, ya nggak saya pegang,” ujar tersangka ini dalam pers rilis di halaman belakang mapolres, Kelurahan/Kecamatan Pare, kemarin.

Lalu, seperti apa perempuan yang ‘masuk’ kriterianya? Supriyadi mengaku, tertarik dengan bodi perempuan yang seksi. Makanya, ia memilih korbannya secara fisik. 

“Saya cari yang (kulitnya) putih. Kalau nggak gitu, yang payudaranya besar,” ungkap laki-laki yang istrinya menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia ini.

Maka ketika menemukan sasaran yang cocok dengan tipenya, Supriyadi baru beraksi. Dia memilih jalan yang sepi di kawasan persawahan. Selain di Ngampel, Selodono, lokasi aksinya juga di Desa Sumberjo, Kandat.  

Supriyadi mengendarai sepeda motor. “Waktu itu saya dari arah berlawanan. Kalau pas ada cewek yang saya suka, langsung saya pepet (buntuti, Red),” katanya.

Mengapa melakukan perbuatan tak senonoh itu? Supriyadi berdalih, karena dorongan nafsu berahinya. Sebab, beberapa bulan terakhir ini dirinya ditinggal sang istri yang bekerja di luar negeri. “Iseng saja Mas. Pengen megang (payudara, Red) setiap melihat wedokan ayu,” paparnya pada koran ini setelah pers rilis.

Kemarin, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Fatoni memang merilis kasus pelecehan seksual ini. Supriyadi pun dihadirkan ketika pers rilis bersama awak media. “Tersangka bersikukuh menjalankan aksinya (begal payudara, Red) hanya tiga kali di lokasi yang berbeda,” terangnya.

Yakni pada Senin (18/11) dengan korban RA, 30, perempuan yang berprofesi dokter. Dia diperlakukan tak senonoh saat hendak menuju Ringinrejo. “Awalnya tersangka membuntuti dari belakang. Setelah aman, langsung menggerayangi korban,” urai Roni.

Korban lainnya adalah Mawar (nama samaran), 27, dan Melati (bukan nama sebenarnya), 31, dari Selodono. Keduanya melapor ke Polsek Ringinrejo, Rabu (20/11). Namun, menurut kedua korban ini, masih ada tiga perempuan lain yang juga menjadi korban. Yakni, Ei, 30; Nr, 28; dan Di, 27. Mereka mengaku ‘dibegal’ di Jalan Raya Kandat-Ringinrejo. Hanya saja, ketiga perempuan asal Selodono tersebut belum melapor.

Akibat perbuatannya, Roni menyatakan, tersangka dikenai pasal 289 KUHP tentang pencabulan atau pelecehan seksual. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Selain menahan Supriyadi, menurut Roni, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sepeda motor Honda Vario AG 5306 OI milik Supriyadi, jaket jumper warna merah, topi merah, kaus hitam, dan sarung motif  kotak-kotak yang digunakan Supriyadi saat beraksi.

“Semua barang bukti kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas pria yang pernah menjabat Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia