Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Features

Balai Arkeologi Cek Situs Sumbergayu

Tertarik untuk Lakukan Penelitian Lanjutan

28 November 2019, 14: 38: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Situs

BERSEJARAH: Tim Balai Arkeologi Jogjakarta mengecek kondisi situs Sumbergayu di Desa Klurahan, Ngronggot, kemarin siang. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGRONGGOT, JP Radar Nganjuk- Situs Sumbergayu di Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, kembali menarik perhatian arkeolog. Setelah tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan melakukan ekskavasi minggu lalu, kemarin giliran peneliti dari Balai Arkeologi Jogjakarta yang mengecek situs. Mereka berencana melakukan penelitian lebih lanjut.

Peneliti balai Arkeologi Jogjakarta Agni Sesaria Mochtar mengatakan, ekskavasi di situs Sumbergayu baru memunculkan satu sisi. Dia menduga ada sisi lain yang belum tersingkap.

Menurutnya situs Sumbergayu berbeda dengan temuan lainnya di Nganjuk.

 “Di lokasi lain strukturnya berantakan, rata-rata temuan situs di Nganjuk adalah singkapan bata,” ujarnya.

Bersama rombongan, Agni sudah mengecek lokasi temuan situs sejak Selasa (26/11) lalu. Setidaknya ada empat lokasi yang didatanginya. Mulai di Kecamatan Nganjuk, Kecamatan Baron, Kecamatan Ngronggot. Terakhir di situs Sumbergayu, kemarin. Dari beberapa lokasi tersebut, menurut Agni situs di Sumbergayu yang strukturnya masih relatif baik.

Melihat bangunan yang sudah membentang sepanjang 27 meter itu, Agni merekomendasikan agar situs itu mendapat penanganan lebih lanjut. “Sangat layak kalau dilakukan ekskavasi lanjutan. bisa membuka potensi arkeolginya,” papar perempuan berkacamata ini.

Struktur bata yang memanjang itu diperkirakan peninggalan bangunan era sebelum Majapahit. Bisa sebagai talud atau patirtan. Untuk menentukan bentuk bangunan menurut Agni masih perlu pendalaman lebih lanjut.

Seperti diberitakan, sebelumnya tim BPCB Trowulan melakukan ekskavasi di situs Sumbergayu. Menggunakan satu unit ekskavator, mereka menggali lokasi situs yang awalnya disangka patirtan itu. Setelah dibuka satu sisi, penggalian situs dihentikan.

Penggalian lanjutan terkendala beberapa hal. Di antaranya, lokasi situs yang diperkirakan masuk lahan warga lain. Karenanya, jika pemkab ingin melanjutkan ekskavasi, masih diperlukan pembebasan lahan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia