Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Sportainment

Bakal Berlaga di Kasta Teratas, Persik Kediri Tak Boleh Lengah

Jangan Ulang Memori 2015

27 November 2019, 17: 56: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

persik juara

CHAMPION: Dua pemain senior Persik, Faris Aditama (kiri) dan Wimba Sutan mencium Piala Liga 2 Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Persik memang tengah beruforia setelah membawa pulang trofi Liga 2 Indonesia, Senin lalu (25/11). Namun, bercokol di Liga 1 musim depan jelas membutuhkan persiapan yang matang. Mulai dari materi pemain hingga fasilitas stadion.

Karena itulah, skuad Macan Putih tidak boleh larut dalam kegembiraan yang berlebih. Mereka harus segera menyiapkan tim yang akan bersaing dengan klub-klub elite tanah air. Jika tidak, memori kelam kesulitan finansial pada 2015 silam bisa terulang.

Saat itu, karena persoalan tersebut, Persik terlempar ke divisi satu. Bahkan, mereka sempat mencicipi Liga 3 di musim 2018 lalu. Meski hanya semusim, pengalaman tersebut sangat pahit untuk dikenang. Sebagai tim yang pernah merasakan dua gelar liga, posisi Persik seharusnya sejajar dengan klub mapan di Indonesia.

persik kediri

EUFORIA: Gaya Persikmania kala menyambut rombongan pemain Persik. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Pelatih Budiardjo Thalib mengakui belum ada pembicaraan khusus soal persiapan Persik di musim depan. Namun menurutnya menyongsong kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu, persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari. “Paling tidak akhir Januari (2020) kami harus bergegas menyiapkan tim,” kata Budi.

Persaingan tim di Liga 1 jelas berbeda dengan kompetisi di bawahnya. Tim yang paling siap dan lebih profesional akan menjadi penentu nasib mereka berikutnya.

Budi mengaku, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan Persik di Liga 1. Di antaranya adalah materi pemain, finansial, dan fasilitas stadion. Sejauh ini, kehebatan Persik di Liga 2 belum menjadi jaminan ketika berkompetisi di Liga 1. “Tiga hal itu yang penting. Selain beberapa pembenahan lain,” ungkap pria asal Makassar ini.

Soal kesiapan tersebut, Budi belum bisa berbicara banyak.Namun melihat fasilitas lapangan yang dimiliki Stadion Brawijaya, harapan untuk memenuhi standar Liga 1 masih jauh panggang dari api. “Sarana dan prasarananya harus dilengkapi,” sarannya.

Lalu bagaimana dengan materi pemain? Di Liga 2, skuad Persik merupakan yang termuda. Rata-rata usia pemain di bawah 25 tahun. Sebut saja beberapa pemain di antaranya adalah Septian Satria Bagasaka, Edo Febriansyah, Adi Eko, Ibrahim Sanjaya, Galih Akbar, Dodi Alexvan Djin, dan Risna Prahabalabenta. Tercatat, hanya ada tiga pemain yang berusia di atas 30 tahun. Mereka adalah Wimba Sutan, Juan Revi, dan Faris Aditama.

Soal materi pemain, Budi melihat contoh yang baik dari PSS Sleman. Mereka banyak mempertahankan pemainnya yang bermain di Liga 2. Untuk diketahui, Elang Jawa merupakan tim promosi Liga 1 musim ini. Meski bermaterikan pemain Liga 2, di bawah asuhan Seto Nurdiantoro, PSS mampu bersaing dengan bertengger di posisi 8 klasemen sementara. “Kami bisa meniru PSS. Tapi harus lebih baik,” kata Budi.

Sebelumnya, Wali Kota Abdullah Abu Bakar menyatakan akan mendukung penuh Persik. Namun, dalam hal ini, pemerintah hanya mampu menyiapkan fasilitas insfrastruktur yang dibutuhkan. “Kami membantu secara maksimal sesuai aturan-aturan yang diperbolehkan,” kata Abu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia