Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Angin Kencang Mengamuk di Baron, Kertosono, dan Patianrowo

Puluhan Rumah Rusak Berat

26 November 2019, 12: 14: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

Beliung

EVAKUASI: Dandim 0810 Letkol Kav Joko Wibowo (kiri) mengecek kondisi rumah warga di Desa Kemaduh, Baron yang ambruk setelah diterjang angin kencang, kemarin sore. Total ada puluhan rumah yang mengalami kerusakan serupa. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

BARON, JP Radar Nganjuk-Angin kencang menerjang Desa Kemaduh, Baron, kemarin sore. Akibat bencana tersebut, puluhan rumah rusak berat. Beruntung tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, bencana angin kencang diawali dengan hujan deras yang terjadi sekitar pukul 15.00, kemarin. Beberapa saat kemudian, angin kencang langsung menerjang Desa Kemaduh, Baron, dan beberapa daerah di dekatnya. “Dalam beberapa tahun terakhir selalu ada kejadian serupa (angin kencang, Red). Tetapi sepertinya ini yang terparah,” ujar Kades Kemaduh Hawwyn Duta Satriawan.

Amukan angin kencang kemarin sore membuat Komandan Kodim 0810 Nganjuk Letkol Kav Joko Wibowo melakukan penyisiran. Kepada koran ini Joko mengungkapkan, selain Kemaduh, ada dua desa lain yang terdampak. Yaitu, Desa Jekek, Sambikenceng, dan Katerban.

"Dari hasil kami di lapangan, Desa Kemaduh menjadi yang paling parah terdampak angin kencang," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk saat ditemui di lokasi bencana.

Diperkirakan ada 30-50 rumah yang rusak berat di sana. Mulai dari tersapu angin kencang hingga tertimpa pohon yang roboh. Bersama petugas badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), taruna siaga bencana (tagana), dan Polsek Baron, Joko memerintahkan anggotanya untuk melakukan evakuasi.

"Kami langsung mengoordinasikan penanganan ini dengan pihak terkait. Memang butuh waktu, tapi kami akan membantu agar dapat segera dapat dievakuasi," lanjut Joko.

Untuk diketahui, selain merusak rumah, terjangan angin kencang juga merobohkan ratusan pohon yang ada di sepanjang jalan utama. Mulai dari Desa Jekek, Katerban, hingga Kemaduh. Beberapa pohon yang tumbang juga merusak fasilitas umum dan arus lalu lintas.

"Untuk rumah yang rusak ringan seperti beberapa genting yang tersingkap diperkirakan mencapai seratusan rumah," papar Joko. Selain itu, beberapa warung semi permanen yang ada di tiga desa tersebut juga rusak akibat terjangan angin.

Untuk memulihkan kondisi, personel BPBD Nganjuk bersama tim terkait bahu-membahu memotong pohon yang melintang di jalan. Termasuk sejumlah pohon di Desa Jekek yang tumbang dan menimpa kabel listrik di dekatnya.

Banyaknya kabel listrik yang tertimpa pohon membuat tiga desa terdampak gelap gulita. Bahkan, desa lain di sekitarnya juga terdampak pemadaman.

Apakah ada korban jiwa dalam bencana angin kencang kemarin sore? Ditanya demikian Joko berujar, hingga tadi malam belum ada laporan korban manusia akibat terjangan angin. “Mungkin mereka juga sudah menyelamatkan diri masing-masing," tandasnya.

Sementara itu, Khusnul Khotimah, 41, menjadi salah satu warga yang rumahnya hancur parah. Seluruh atap rumahnya terbang di terjang angin. Tak hanya itu, dinding rumahnya pun ambruk. "Waktu hujan deras saya di kamar mandi. Tiba-tiba angin kencang datang lalu atap dan dinding saya ambruk," ungkap Khusnul.

Untuk diketahui, selain mengamuk di Baron, angin kencang juga memorak porandakan bangunan di Desa Pandantoyo, Kertosono, serta Desa Babadan, Patianrowo. Sebelumnya, angin kencang juga mengamuk di Kecamatan Ngluyu pada Minggu (24/11) lalu.

Rumah milik Partini, 47, di Desa Gampeng, dan rumah Jasemun, 51, di Desa Lengkonglor, rata dengan tanah. “Untuk total kerusakan akibat bencana sore ini (kemarin sore, Red) masih kami lakukan pendataan,” ujar Koordinator Tagana Nganjuk Aris Trio Efendi saat ditanya tentang total kerusakan akibat bencana angin kencang di Baron.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia