Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Persik 3 vs 2 Persita

JUARA DI UJUNG LAGA

Trofi Liga 2 Jadi Penutup Musim yang Manis

26 November 2019, 11: 03: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MEMBANGGAKAN: Wali Kota Abdullah Abu Bakar memegang trofi Liga 2 di tengah-tengah pemain, ofisial, dan pengurus Persik, usai mereka menaklukkan Persita di final Liga 2 tadi malam.

MEMBANGGAKAN: Wali Kota Abdullah Abu Bakar memegang trofi Liga 2 di tengah-tengah pemain, ofisial, dan pengurus Persik, usai mereka menaklukkan Persita di final Liga 2 tadi malam. (ANWAR BAHAR BASALAMAH - JP RADAR KEDIRI)

Share this          

GIANYAR, JP Radar Kediri – Persik akhirnya mampu menutup kompetisi musim ini dengan manis. Mereka sukses mengangkat trofi juara Liga 2. Setelah dengan susah payah menaklukkan Persita Tangerang 3-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, tadi malam.

Gelar juara tersebut membuat Persik mengukir prestasi spesial. Di musim 2018, saat masih berlaga di Liga 3, Septian Satria Bagaskara dkk juga berhasil menjadi kampiun. Artinya, musim 2019 ini mereka sejatinya adalah tim promosi di Liga 2. Namun, dengan perkasa Persik secara beruntun merengkuh gelar juara di dua kompetisi berbeda.

Sukses itu mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Wali kota yang kemarin datang langsung menyaksikan pertandingan itu mengucapkan terima kasih pada seluruh stake holder sepak bola, khususnya Persik. Menurut Abu, keberhasilan ini menjadi berkah bagi Persik dan masyarakat Kediri. Dia pun berjanji akan mengawal Persik agar lebih baik lagi. Pemkot akan membantu secara maksimal sesuai dengan aturan yang diperbolehkan.

“Saya akan mengawal Persik, bersama dengan rekan-rekan semuanya yang ada di manajemen. Supaya Persik bisa baik di Liga 1 seperti sebelum ini di Liga 2,” ucapnya, sembari mengucapkan terimakasih pada

pelatih, pemain dan masyarakat yang mendukung langsung ataupun tidak langsung.

Sementara itu, kemenangan Persik atas Persita tadi malam tidak lepas dari tangan dingin pelatih Budiardjo Thalib. Meski kehilangan Bagas dan Alex sejak babak 8 besar, pria asal Makassar itu mampu meracik tim menjadi sangat ‘bernyawa’. Semua pemain terlibat aktif dalam pola formasi 3-5-2 kreasinya. Tidak ada satu pemain yang menjadi sentral. Kontribusi merata dari semua pemain itulah yang mampu mengantarkan Persik ke tangga juara.

Tadi malam, permainan kolektif itu memupus harapan Persita yang juga berambisi jadi juara. Bahkan Persik sempat unggul dua gol dalam waktu relatif cepat di babak pertama.

Persik yang mengambil inisiatif menyerang sudah unggul 2-0 sebelum menit ke-15. Gol pertama diciptakan Risna Prahalabenta di menit ke-11.  Tendangan bebasnya menghujam keras ke sudut kanan gawag Persita yang dijaga Annas Fitranto.

Tiga menit berselang, giliran Sandria yang mampu menambah pundi gol. Setelah menerima umpan Edo Febriansyah, pemain nomor punggung 19 ini dengan mudah mendorong bola dengan kaki kirinya. Dua gol tersebut seolah akan membuat Persik menang mudah.

Sayangnya, lawan bangkit. Permainan Persita menggila. Serangan terus dilancarkan ke jantung pertahanan Persik yang dibentengi Risna dan Obet Choiri. Hasilnya, lawan mampu mempersempit ketinggalan lewat sundulan Muhamad Roby di menit ke-24.

Gol penyama kedudukan pun lahir di babak pertama. Melalui striker Sirvi Arfani di menit ke-37. Situasi ini membuat laga menjadi lebih seru. Beberapa insiden juga membuah tensi permainan meninggi.

Setelah turun minum, Persita belum menurunkan tensi serangan. Bahkan, kerap merepotkan bek Persik. Di sinilah kejelian Budianto Thalib terlihat. Dia melakukan pergantian yang tepat. “Di lima belas menit terakhir (babak) kedua, kami banyak melakukan perubahan,” kata Budi di konferensi pers.

Perubahan itu dengan memasukkan Wimba Sutan menggantikan Sandrian. Juga perubahan posisi Edo. Dua hal yang membuat serangan Persik sangat berbahaya. Praktis, setelah itu, permainan dikendalikan Faris Aditama dkk.

Puncaknya, di menit ke-90, Wimba menjadi pahlawan Persik. Tendangan Edo yang sempat ditepis Annas gagal dibuang bek Persita. Wimba yang sudah berada di mulut gawang dengan muda menceploskan bola hasil sapuan yang tidak sempurna itu.

Budi mengaku, bertemu Persita selalu tidak mudah. Di babak 8 besar, anak asuhnya hanya menang 1-0 lewat tendangan bebas. Sedangkan, di final, Persik harus menunggu gol di pengujung laga sebelum memastikan juara. “Kami siapkan strategi melawan Persita sangat lama. Kami evaluasi hasil sebelumnya (delapan besar),” kata pria asal Makassar.

Risna yang menjadi pencetak tadi malam sangat berbahagia. Pasalnya, Persik sejatinya bukan tim yang diunggulkan untuk menjadi juara. “Kami berangkat dari Liga 3. Sekarang promosi dan juara. Speechless saja,” kata pemain asli Kras ini.

Soal gol tendangan bebasnya, Risna mengaku, itu bukan kali pertama. Saat bersua PSIM Jogjakarta, pemain nomor punggung 2 itu juga membuat gol dari bola mati. “Beberapa kali saya mencetak gol lewat tendangan bebas,” ucapnya.

Sementara itu, pelatih Persita Widodo C. Putro mengakui Persik tim yang sangat bagus. Secara organisasi permainan, mereka begitu rapi. “Kami ucapkan selamat untuk Persik. Hari ini (tadi malam, Red) pertandingan berlangsung menarik,” kata Widodo. 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia