Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Pasokan Cabai Melimpah

26 November 2019, 10: 31: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

HARGA TURUN: Pedagang cabai rawit di Pasar Induk Pare. Saat ini, stok di Kabupaten Kediri cukup melimpah karena ada kiriman stok dari luar kota (21/11).

HARGA TURUN: Pedagang cabai rawit di Pasar Induk Pare. Saat ini, stok di Kabupaten Kediri cukup melimpah karena ada kiriman stok dari luar kota (21/11). (HABIBAH A MUKTIARA - JP RADAR KEDIRI)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pedagang cabai rawit harus siap-siap menghadapi jebloknya harga. Sebab, tak lama lagi akan panen raya. Yaitu pada pertengahan Desember.

Hal ini diungkapkan Kabid Pengelolaan Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Tri Retnani Yeni Astuti. “Di wilayah Kabupaten Kediri, memang banyak petani cabai namun kebanyakan hanya spot-spot saja,” terangnya.

Disebutkannya, untuk dataran tinggi terdapat dua lokasi yang menjadi sentra tanaman cabai. Dua wilayah tersebut di Kecamatan Kepung dan Kecamatan Puncu. Sementara itu, untuk di dataran rendah berada di Kecamatan Pagu.

“Sekarang Pagu merupakan wilayah cabai,” imbuhya.

Yeni menjelaskan, penanaman cabai di wilayah Kabupaten Kediri tidak dilakukan secara serempak. Sehingga hal tersebut memengaruhi hasil produksi. Tanaman cabai sendiri memiliki waktu tiga bulan agar dapat dipanen. Ketika awal panen, cabai tidak akan berbuah banyak. Namun, di pertengahan bulan, cabai baru bisa dipanen.

“Setelah panen raya, hasil cabai akan kembali seperti awal panen,” tutur Yeni.

Untuk persediaan cabai rawit, di Kabupaten Kediri masih mencukupi. Dari data bulan Januari hingga Agustus 2019, produksi cabai rawit mencapai sekitar 360.044 kwintal.

Sementara itu, konsumsi cabai rawit mencapai 23.614 kwintal. Sehingga memiliki, cabai rawit mengalami surplus sebanyak 336.430 kwintal.

Hal sama juga diungkapkan Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia Provinsi Jatim Suyono, bahwa kini daerah Blitar sudah habis masa panennya.

Sementara Banyuwangi dan Nganjuk sekarang sudah memasuki masa panen raya. Untuk wilayah Kabupaten Kediri masa panen raya diprediksi akan masuk pada pertengahan bulan Desember. “Dengan hal tersebut diperkirakan menjelang Natal, pasokan aman sehingga harga stabil,” tutur Suyono

Disebutkannya, kalau ada dua hal yang menyebabkan harga cabai tidak stabil.

Pertama jumlah pasokan atau petikan cabai, dan jumlah penjual cabai. “Dua hal tersebut sangat berpengaruh karena jumlah permintaan tetap,” terangnya ketika dihubungi kemarin.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia