Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features
Raffy dan Aca

Terinspirasi kala Melihat Foto Kakek yang Tentara

Kakak-Adik yang Sama-Sama Pesilat

26 November 2019, 08: 14: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

BERLATIH : Raffy Bagus Nugroho dan Aca Satriya Utama berlatih beladiri di halaman rumah mereka, di Desa Petok, Kecamatan Mojo.

BERLATIH : Raffy Bagus Nugroho dan Aca Satriya Utama berlatih beladiri di halaman rumah mereka, di Desa Petok, Kecamatan Mojo. (IQBAL SYAHRONI - JP RADAR KEDIRI)

Share this          

Keduanya sama-sama bercita-cita jadi tentara. Keduanya pun rajin berlatih di tengah kepadatan jam belajar. Hasilnya, prestasi demi prestasi mereka raih. Salah satunya bahkan mendapat penghargaan Cundamani dari Pemkot Kediri.

IQBAL SYAHRONI, Kabupaten JP Radar Kediri

Sengatan matahari sangatlah terik siang itu (9/11). Terasa menyengat di kepala. Namun, bagi kedua pemuda ini, hal itu tak menyurutkan semangat. Keduanya terlihat saling berhadapan. Memeragakan beberapa jurus. Saling berbalas serangan di halaman rumah mereka, di Desa Petok, Kecamatan Mojo. 

Dua remaja itu adalah Aca Satriya Utama dan Raffy Bagus Nugroho. Kakak beradik yang sama-sama atlet silat. Keduanya telah berlatih sejak pagi. Dan hingga menjelang tengah hari itu keduanya belum menyelesaikan latihannya.

“Mereka menyenangi olahraga silat sejak kecil,” cetus Zeni Mustofa yang sejak tadi mengawasi kedua anak tersebut berlatih. Zeni, yang berusia 47 tahun, adalah pelatih kedua pesilat itu. Lebih hebat lagi, Zeni adalah juga ayah keduanya.

Bukan tanpa sebab bila kemudian Aca dan Raffy menggemari silat. Bukan karena paksaan Zeni yang memang seorang pesilat di kala remaja. Melainkan karena sering melihat kakek mereka yang seorang tentara.

“Pernah bilang, ingin seperti kakek, ya saya cerita kalau harus mulai berlatih,” kenang Zeni. Keduanya pun menyanggupi permintaan sang ayah kala itu.

Selanjutnya, Zeni pun melatih anaknya dengan ilmu yang ia dapat saat masih remaja. Namun ia berpesan agar tidak menyalahgunakan ilmu beladiri yang diajarkan.

Di tengah-tengah Zeni bercerita, Aca dan Raffy kemudian ikut nimbrung. Badan keduanya masih terlihat berkeringat. Napasnya terengah-engah. Namun masih terpancar semangat dari wajah keduanya.

Aca dan Raffy membenarkan cerita sang ayah. Keduanya juga membenarkan mimpi untuk mengabdi ke negara, menjadi anggota TNI.         Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Aca menjelaskan bahwa ia ingin meneruskan cita-cita menjadi tentara. Tepatnya di angkatan laut. Sementara, sang adik, Raffy berkeinginan mengabdi di angkatan darat. “Di mana saja siap. Tentu juga (harus) belajar dan terus berdoa,” ucap Aca.

Saat ini Aca juga sudah harus bersiap menghadapi ujian nasional. Karena dia duduk di kelas akhir SMA. Namun dia tak bisa melepaskan diri dari aktivitas berlatih silatnya. Karena silat sudah menjadi bagian dari hidupnya. Dari silat itupula dia mendapatkan penghargaan bergengsi dari Pemkot Kediri. Yaitu Cundamani, pada 2018 silam. Berkat sederet prestasi pencak silat yang dia raih. Salah satunya adalah Paku Bumi Open pada 2018.

Raffy juga tak kalah berprestasi. Remaja yang kini duduk di kelas XI SMA ini terakhir meraih medali saat kejuaraan di Hari Santri Nasional (HSN) Cup di Menang, Pagu, tahun ini. “Saat itu Mas Aca tidak ikut karena sudah kelas XII SMA,” imbuhnya.

Kedua pemuda ini sebenarnya tak hanya disibukkan dengan latihan silat. Keduanya juga seorang aktivis organisasi. Aca bahkan sempat memimpin OSIS di sekolahnya, di SMAN 6 Kota Kediri. Namun, sebisa mungkin mereka tetap berlatih setiap hari. Meskipun hanya memukul samsak atau sparring partner. Melatih gerakan maupun strategi. Baik di rumah atau di sekolah. “Asal pas tidak capek saja,” imbuh Aca.

Aca memang mengurangi jam berlatihnya saat ini. Karena dia harus menghadapi UN beberapa bulan lagi. Tapi dia masih pula menyempatkan berlatih. Meskipun tak lagi ikut kejuaraan, dia ingin memberi semangat pada sang adik.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia