Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Stok Melimpah, Harga Cabai Turun

25 November 2019, 18: 55: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Stok Melimpah, Harga Cabai Turun

(Habibah A Muktiara - JP Radar Kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Banyaknya stok cabai yang melimpah, membuat harga cabai terus turun. Padahal, saat ini belum saatnya panen raya.

“Beberapa memang sudah mulai panen, tapi belum serentak,” terang Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan ini menjelaskan bahwa sebagian pasokan yang masuk ke Kediri berasal dari luar kota. Meski permintaan juga banyak. Karena itu, harga cukup fluktuatif. “Kalau hitungan panen raya seharusnya pada Desember,” jelasnya.

Data yang dimiliki Jawa Pos Radar Kediri dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia ini, harga selama November cenderung turun rata-rata Rp 500-Rp 2 ribu tiap harinya. Seperti pada Senin (18/11) harga cabai rawit Rp 19.500 per kilogram, kemudian turun Rp 500 keesokan harinya. Sementara pada Selasa (19/11) harga turun lagi sebesar Rp 2 ribu sehingga harga cabai menjadi Rp 17 ribu per kilogram. Sempat naik seribu rupiah hingga Rp 2 ribu hingga tembus Rp 20 ribu, harga cabai kembali turun menjadi Rp 19.500 (24/11).

Meski harga masih rendah, diungkapkan Tutik kalau harga tersebut masih di atas break event point (BEP) petani cabai. Jika harga sampai di bawah Rp 14 ribu, maka petani akan mengalami kerugian.

Hal sama juga diungkapkan Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia Provinsi Jatim Suyono. Disebutkannya, kalau ada dua hal yang menyebabkan harga cabai tidak stabil.

Pertama jumlah pasokan/atau petikan cabai, dan jumlah penjual cabai. “Dua hal tersebut sangat berpengaruh karena jumlah permintaan tetap,” terangnya ketika dihubungi kemarin.

Suyono mengatakan, bahwa kini daerah Blitar sudah habis masa panennya. Sementara Banyuwangi dan Nganjuk sekarang sudah memasuki masa panen raya. Untuk wilayah Kabupaten Kediri masa panen raya diprediksi akan masuk pada pertengahan bulan Desember. “Dengan hal tersebut, diperkirakan menjelang Natal, pasokan aman sehingga harga stabil,” tutur Suyono.

Sementara itu, naik turunnya harga diungkapkan Anang, salah satu pedagang cabai rawit di Pasar Induk Pare. “Harga cabai memang tidak stabil,” ungkap pria 42 tahun tersebut.

Di kiosnya, harga cabai yang semula dijual dengan harga Rp 25 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 22 per kilogram. Meski telah mengalami naik turun  harga, cabai masih tetap menjadi incaran konsumen. 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia