Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Dobel L dan Sabu Banjiri Kota Angin

25 November 2019, 15: 15: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Narkoba

PASRAH: Polisi menggelandang tujuh tersangka kasus narkoba yang ditangkap satreskoba November ini. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Satresnarkoba Polres Nganjuk terus menabuh genderang perang terhadap peredaran narkoba di Kota Angin. Hingga pertengahan November ini, total sudah ada 76 kasus narkoba yang berhasil mereka ungkap.

Jumlah itu terdiri dari 39 kasus dobel L dan 37 kasus sabu-sabu. Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso mengungkapkan, sejak dirinya menjabat kasatresnarkoba pada 2 Juli lalu, total ada 56 kasus narkoba yang diungkapnya. “Peredaran narkoba di Nganjuk memang cenderung tinggi. Mengingat Nganjuk ini jalur transportasi nasional,” ujarnya.

Terkait peredaran narkoba di Nganjuk, Pujo mengakui daerah perbatasan menjadi yang paling rawan terpapar narkoba. Terutama di sisi timur Nganjuk. Seperti wilayah Kecamatan Kertosono, Tanjunganom, Ngronggot, dan Pace.

Mengapa daerah pinggiran paling rawan? Menurutnya hal itu karena banyaknya potensi narkoba yang diedarkan dari wilayah Kediri dan Jombang. Baik itu dobel L maupun sabu-sabu.

Bahkan, dari beberapa tangkapan terakhirnya, pengedar dari wilayah Madiun justru menjadi yang terbanyak. “Dari persebaran tersebut dapat dilihat kalau memang Nganjuk ini rawan akan peredaran narkoba. Banyak barang (narkoba, Red) yang masuk dari daerah tetangga,” terang perwira dengan dua balok emas di pundak tersebut.

Sejak awal tahun ini, Satresnarkoba Polres Nganjuk telah menangkap pelaku peredaran narkoba hampir genap seratus orang. Lebih dari separo pelaku, ditangkap pada empat bulan terakhir ini. “Dari 56 barang bukti narkoba yang saya dapatkan, total tersangkanya tercatat ada 62 orang,” imbuh Pujo.

Tangkapan Satresnarkoba Polres Nganjuk bahkan beberapa kali juga menyasar kelas bandar. Seperti saat timnya menggagalkan peredaran sabu-sabu seberat 54 gram dari jaringan LP Madiun.

Begitu juga dengan kasus dobel L. Berdasarkan keterangannya, setidaknya ada tiga bandar dobel L yang menjadi tangkapan besar satresnarkoba. Yakni sebanyak 20 ribu butir, 25 ribu butir, hingga 70 ribu butir pil dobel L. Para pelaku tersebut mengaku mendapatkan barang dari Madiun dan Kediri.

“Ada juga jenis inex yang didapatkan oleh rekan-rekan di satresnarkoba. Sebanyak 23 butir pil inex dengan merek Panda,” tambah ayah dua orang putra tersebut.

Terkait pelaku maupun pemakai, Pujo mengungkapkan, mayoritas masih berumur 30 tahun ke bawah. Hal itu pula yang membuatnya khawatir. Sebab, pria berusia produktif yang sudah terjerat narkoba. Bahkan, tak jarang ada yang masih berstatus sebagai pelajar.

Menyikapi hal itu, Pujo pun mengimbau masyarakat dapat membantunya untuk meredam perederan narkoba. “Bagi masyarakat, apabila ada informasi penyalahgunaan narkoba atau semacamnya silakan hubungi kami. Tidak perlu khawatir identitas pelapor pasti akan kami jaga benar-benar,” pungkas Pujo.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia