Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features

Mereka Yang Berinovasi Memanfaatkan Teknologi Terbarukan

Bikin Sirine, yang Keluar Suara Jangkrik

24 November 2019, 14: 28: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

dinamo listrik

INOVATIF: Anas menunjukkan dinamo bikinannya yang digerakkan oleh listrik tenaga surya. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Anas memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai guru. Ia fokus pada hobinya. Bereksperimen di permesinan.Hasilnya,ia ciptakan pompa air berbasis tenaga surya.

Ratusan kali percobaan telah dilakukan pria 38 tahun ini. Kegagalan demi kegagalan sering dia alami. Tapi, bukannya menyerah, dia justru penasaran. Yang membuatnya terus mencari sumber kesalahan itu. Salah satu contohnya adalah karya terbarunya, pompa air bertenaga surya. Karya itu sekaligus mengantarkan pria bernama lengkap Mohammad Anas Solikhin ini menjadi juara kedua di Kompetisi Teknologi Tepat Guna (TTG) Kabupaten Kediri 2019.

Pompa air yang dibuatnya itu memang berbeda dengan pompa air pada umumnya. Tenaga listrik pada pompa ini diambil langsung dari sinar matahari. Menggunakan perantara panel surya. Tentu menjadi teknologi terbarukan yang inovatif selama ini. Bahkan, Anas mengaku bahwa teknologi ini telah diajukan hak patennya sejak 13 Desember 2017 lalu.

Minggu Inspiratif Radar Kediri

Minggu Inspiratif Radar Kediri (radarkediri.id)

“Kalau merancang pompa ini sejak 5 tahun lalu. Saya bersama teman saya yang dari luar kota,” ungkapnya.

Tentu bukan waktu yang sebentar untuk bisa menciptkan pompa air panel surya dengan sempurna. Butuh banyak percobaan yang harus ia lakukan agar mendapat apa yang diinginkan bisa sesuai.

Sebenarnya, Anas mengakui bahwa spesialisasinya bukan di panel surya. Melainkan ia lebih suka mengotak-atik dinamo. Dengan kata lain dia adlaah spesialis dinamo. Dinamo yang ia gunakan itu memang dirakitnya sendiri.

“Dari dinamo yang dirakit itu dikombinasikan dengan panel surya untuk mendapat daya yang bisa mengeluarkan tenaga listrik,” paparnya.

Jika melihat rekam jejak pria asal Dusun Palem, Desa Maesan, Kecamatan Mojo ini memang dari dulu sudah hobi dalam dunia elektronika seperti ini. Dimulai saat Anas duduk di bangku SMP, ia mendapat tugas praktik untuk merakit rangkaian yang menghasilkan suara sirine.

“Tapi dari rumah saya otak-atik malah keluarnya suara jangkrik. Padahal teman-teman yang keluarnya sirine,” ungkapnya.

Nah, keluarnya suara yang tak diinginkan itulah yang justru diapresiasi guru. Anas mendapat nilai cukup tinggi dengan suara jangkrik yang ia rangkai.

Saat ini, Anas memproduksi pompa air jika ada pesanan. Ia belum bisa memproduksi masal karena masih terkendala modal. Meski sebagian besar ia memanfaatkan bahan-bahan daur ulang, namun beberapa komponen yang harus ia rakit itu didatangkan langsung dari luar negeri. Karena bahan-bahan yang ada di sini belum ada. 

Anas mengakui selama ini sudah banyak yang memesan pompa air tenaga surya tersebut. Rata-rata di Indonesia adalah dipesan di daerah tertinggal yang memang masih jarang aliran listriknya. Seperti di Papua, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. “Beberapa kali juga kirim ke luar negeri,” cetus mantan guru bahasa Inggris ini.

Untuk instalasinya, kelas rumahan harga mulai Rp 5,5 juta. Sementara untuk aliran irigasi di sawah mulai dari Rp 16 juta. Anas mengakui bahwa sejauh ini, dari kelompok perusahaanlah yang banyak memesan. Bila ada pesanan, dia dan rekannya, Abas Basuki, datang langsung melakukan perakitan.

Tak hanya menekuni perakitan pompa air, ada beberapa inovasi teknologi yang diciptakan Anas. Seperti sepeda listrik, kincir air yang bisa mengeluarkan tenaga listrik, dan kincir angin. Itu dilakukannya di gudang di samping rumah. Tempat yang dia gunakan sebagai bengkel kerja.

“Kincir angin itu sederhana. Seperti mainan tapi bisa mengeluarkan tenaga listrik,” ungkapnya.

Ke depan ia berencana untuk menjadikan bemo yang sudah tak terpakai untuk dirakit menjadi mobil listrik. Ia memanfaatkan bodi bemo itu saja.  Selebihnya untuk mesin ia rakit sendiri.

Tentu saja kreativitas dan inovasi dari pemuda ini bosa menjadi contoh dalam memperkenalkan teknologi baru untuk memudahkan kehidupan sehari-hari. Membuat inovasi yang mampu bersaing dengan produk luar negeri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia