Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kecelakaan Maut Wonojoyo: Polisi Belum Tetapkan Tersangka

24 November 2019, 13: 43: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

kecelakaan wonojoyo

HANGUS: Petugas menunjukkan mobil yang hangus terbakar dalam kecelakaan maut yang terjadi di Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah yang menelan korban 1 orang tewas. (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Polisi terus lakukan pemeriksaan lanjutan dalam kecelakan maut yang terjadi di Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah (18/11) lalu.

Hingga saat ini, kepolisian masih belum menetapkan tersangka dalam kejadian ini. Satu orang penumpang atas nama Ahmad Dayat, 42, warga Desa Lajuk Pandalu, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo tewas dil okasi kejadian.

“Sejauh ini kami masih terus lakukan pemeriksaan lanjutan. Dari beberapa korban juga masih belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di RSUD SLG,” terang Kanitlaka Polres Kediri Ipda Agung Dwi.

Menurutnya, saat itu kecelakaan yang terjadi di sebelah barat Kantor Kecamatan Gurah ini kondisi jalanan memang tidak terlalu padat. Kecelakaan bermula ketika kendaraan pikap nopol W 8883 NT yang dikemudikan oleh Rofiq Huda, 39, warga Desa Kedung Boto, Kecamatan Porong ini melaju dari arah SLG menuju Pare ini melaju dengan kencang.

Kemudian, dari arah berlawanan muncul kendaraan Toyota Avanza dengan nopol B 1460 KIB yang dikemudikan oleh Lilik Riyanto,44, warga Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo yang melaju dari arah Pare menuju SLG dengan kecepatan kencang. “Kami sudah periksa beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian. Saat ini masih kami kumpulkan bukti-bukti,” terangnya.

Agung menegaskan, saat kedua kendaraan tersebut saling berhadapan, salah satu sopir kendaraan Pikap Gran Max yang dikemudikan Rofiq pun sempat membanting setir ke arah kiri.

Begitupun juga pengemudi Toyota Avanza yang dikemudikan Lilik pun juga sempat membanting setir. “Lilik (sopir Avanza, Red) juga sempat membanting setir namun justru membanting setir ke kanan,” ujarnya kepada koran ini.

Pihaknya menduga kedua sopir sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tak bisa mengendalikan kendaraannya saat dalam posisi dekat. “Kami akan lanjutkan pemeriksaan setelah para korban sudah membaik,” tandasnya.

Saat itu, Lilik baru saja menjemput para penumpangnya. Untuk diketahui, Lilik Riyanto,44, merupakan salah satu sopir carteran dan menjemput kedua penumpangnya di daerah Pare.

 Namun, saat sampai di lokasi kejadian, benturan dua kendaraan yang terjadi dengan keras itu membuat mobil pick up Grand Max mengeluarkan percikan api yang keluar dari mesin tersebut. “Akhirnya Ahmad Dayat terbakar dan meninggal di TKP karena terkena percikan api yang dihasilkan dari benturan keras kedua mobil tersebut,” paparnya.

Masih kata Agung, pihaknya sudah mengantongi beberapa kejanggalan yang dilakukan oleh beberapa korban yang mengendarai Toyota Avanza, Namun pihaknya masih enggan untuk membeberkan kejadian tersebut. “Minggu-minggu ini mungkin akan kami lakukan pemeriksaan lanjutan,”  pungkasnya.   

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia