Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features
Yang Berjaya dalam Anugerah Desa (10)

Tingkatkan Minat Baca dengan Program Mendongeng

24 November 2019, 13: 17: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

desa doko

SEMANGAT: Sekdes Darmanto dan penjaga perpustaan Sri Agustin memperlihatkan trofi Anugerah Desa 2019. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

Desa ini berperan penting dalam peningkatan minat baca masyarakat. Mengembangkan perpustakaan desa sejak 2012, mereka mengenalkan program “Rumah Dongeng”. Setelah pulang sekolah, anak-anak selalu menyempatkan sambang ke sana.

ANWAR BAHAR BASALAMAH, Kabupaten, JP Radar Kediri

Program “Rumah Dongeng” di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, digagas oleh mantan Ketua pemberdayaan kesejaheraan keluarga (PKK) Diah Widarni. Perempuan yang kini menjadi kepala desa (kades) terpilih Desa Doko ini sukses mengembangkan perpustakaan di desanya. “Bu Diah yang mengawali programnya,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Doko Darmanto, kemarin.

literasi

LITERASI: Bocah-bocah SD memanfaatkan keberadaan perpustaan Desa Doko. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Awalnya, kata Darmanto, desanya mendapat bantuan program pembanguan perpustakaan pada 2012 silam. Setelah perpustakaan beroperasi, sayangnya tidak banyak pengunjung yang datang. Padahal lokasinya persis di samping barat kantor desa. “Sepi pengunjungnya,” ungkap pria 42 tahun ini.

Baru pada 2017, PKK mencetuskan program tersebut. Tujuannya agar pengunjung, terutama anak-anak di Desa Doko, berminat datang ke perpustakaan desa. Karena itu PKK bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang berdiri di desa yang berbatasan dengan Kelurahan Banjaran, Kota Kediri itu.

Mulai dari lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan SMP atau madrasah tsanawiyah (MTs). Darmanto menyebut, total ada delapan lembaga pendidikan di Desa Doko. Rinciannya, dua lembaga PAUD, tiga TK/RA, dan masing-masing satu lembaga SD, madrasah ibtidaiyah (MI), dan MTs. “Itu sekolah negeri semua. Tidak ada swasta,” ucapnya.

Dengan program rumah dongeng, kata Darmanto, desa menyiapkan perpustakan sebagai tempat untuk mendongeng. Terutama untuk anak-anak yang masih bersekolah di PAUD dan TK. “Kalau (anak) SD, mereka bisa datang sendiri ke perpus,” ungkap pria yang tinggal di Dusun Sumber ini.

Kata Darmanto, setiap minggu PAUD dan TK melakukan kunjungan rutin ke perpustakaan Desa Doko. Mereka datang secara bergantian. Setidaknya, dalam satu pekan, ada satu kali kunjungan. “Jadwalnya menyesuaikan dari sekolah,” jelasnya.

Dari kunjungan tersebut, guru PAUD dan TK akan mendongeng di depan murid-muridnya. Apalagi, sebagian guru merupakan anggota PKK Desa Doko. “Jadi lebih mudah program dijalankan,” ujar Darmanto.

Setelah program berjalan, Darmanto mengatakan jumlah pengunjung perpustakaan di desanya semakin meningkat. Jika sebelumnya per hari tanpa pengunjung, sekarang rata-rata sekitar 10 orang setiap harinya. Yang pasti, anak-anak di Desa Doko tahu keberadaan perpustakaan di tempat tinggal mereka.

Darmanto menuturkan, rata-rata pengunjung perpustakaan adalah anak-anak dan ibu-ibu. Mereka biasanya berburu buku anak dan fiksi. “Kami juga mengoleksi buku agama, teknologi, dan resep-resep makanan,” ungkap Darmanto sembari menyebut jumlah koleksi buku perpus sebanyak 2.042 eksemplar ini.

Di perpustakaan, para pengunjung tidak hanya sekadar membaca. Mereka juga bisa meminjam buku koleksi perpustakaan. Karenanya, pengelola menyediakan kartu anggota. “Buku boleh dipinjam untuk dibawa pulang,” kata Darmanto.

Karena koleksi belum banyak, pihaknya juga membatasi waktu pengembalian. Khusus siswa MI Negeri Doko, mereka boleh meminjam sampai satu minggu. Pasalnya, sekolah tersebut menerapkan full day school (FDS). “Jadi kesempatan datang ke perpus lebih jarang. Untuk sekolah lain, kami batasi tiga hari,” ucapnya.

Pelayanan di perpustakaan dibuka Senin-Jumat. Untuknya waktunya dimulai sekitar pukul 08.00 sampai 15.00. “Kalah Sabtu kadang-kadang juga dibuka. Untuk Minggu kami liburkan,” ujar Darmanto.

Darmanto mengaku, keberadaan perpustakaan di desanya membuat anak-anak menjadi lebih senang membaca buku. Makanya, tidak salah apabila desanya mendapat penghargaan Anugerah Desa di bidang literasi. Ke depan, pemerintah desa akan terus mendorong perpustakaan menjadi lebih maju. “Kami ingin perpustkaan menjadi tempat yang menyenangkan bagi warga Doko,” pungkasnya.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia