Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features
Yang Berjaya dalam Anugerah Desa (8)

Program Toganya Genjot Ekonomi Warga

20 November 2019, 18: 42: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

anugerah desa 2019 babadan

BANGGA: Kades Babadan Arif Priyowioko dengan trofi dan plakat pemenang Anugerah Desa 2019. (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

Dulu, mayoritas wanita di Desa Babadan adalah ibu rumah tangga tanpa penghasilan sendiri. Sekarang mereka punya kesibukan produktif. Yang mampu menghasilkan uang.

DWIYAN SETYA NUGRAHA, Kabupaten JP Radar Kediri.

Sambil mengenakan seragam dinasnya, siang itu (18/11) Arif Priyowioko berjalan menuju kandang sapi di belakang rumahnya. Sesekali ia memberi makan pada seekor di antaranya. Namun langkahnya tak terhenti di kandang yang berisi sepuluh ekor sapi itu. Sang kades melanjutkan langkah sekitar 100 meter dari kandang tersebut. Ke lahan yang berisi tanaman obat keluarga (toga) dan tanaman hias itu.

Melalui lahan toga itulah Pemdes Babadan berhasil membawa pulang trofi dalam Anugerah Desa 2019. Yakni penghargaan inovasi terbaik dalam kategori bidang pemberdayaan perempuan. Penyerahan hadiah itu berlangsung di Lapangan Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar,Selasa (12/11) lalu.

Arif terlihat gembira dengan keberhasilan itu. Senyumnya mengembang saat menunjukkan trofi dan plakat penghargaan. “Alhamdulillah ini prestasi kedua kami dalam Anugerah Desa. Tahun lalu (2018, Red) kami hanya masuk nominator, tahun ini kami berhasil membawa trofi ini ke Desa Babadan,” ujarnya.

Arif memang tak bisa menyembunyikan rasa kebahagiannya meraih prestasi tersebut. Apalagi program kerja pemberdayaan perempuan  ini sudah digagasnya sejak menjabat sebagai kades Babadan pada 2017. “Saya melihat potensi perempuan di Desa Babadan sangat bagus untuk dikembangkan,” ujarnya.

Awalnya, para wanita itu hanya menjadi ibu rumah tangga. Tapi, kini, puluhan emak-emak yang tergabung dalam kegiatan PKK Desa Babadan ini memiliki aktivitas yang produktif. “Ini yang terus menjadi fokus kami dalam memberdayakan masyarakat,” ujarnya.

Pemberdayaan ini menjadi salah satu fokus dalam program kerjanya. Alasan ini bukan tanpa sebab. Arif melihat secara geografis wilayah Desa Babadan yang masuk dalam wilayah dataran tinggi lereng Gunung Kelud sangat potensial untuk ditumbuhi toga maupun tanaman hias.

Tak hanya itu, pemdes juga menyiapkan tanah kas desa yang digunakan sebagai green house.  Sekaligus menjadi media edukasi warga dalam mengembangkan usaha ini.

Ke depan, pemdes akan menyiapkan tanah kas desa untuk dilakukan pengembangan usaha hidroponik ini. “Nantinya, setiap kepala keluarga (KK) akan kami beri bantuan toga maupun tanaman hias. Dengan harapan akan dikembangkan secara langsung oleh semua warga,” paparnya.

Tentu, perjuangan dalam mengembangkan toga maupun tanaman hias ini tak semudah yang dibayangkan. Apalagi saat ini wilayah lereng kelud sedang dilanda krisis air. Beberapa sungai yang dialiri sumber mata air dari lereng Gunung Kelud mengalami penurunan debit air. Kondisi yang membuat perawatan toga dan tanaman hias tersebut sedikit terganggu.

“Awalnya dua hari sekali dilakukan perawatan. Kalau melihat kondisi saat ini (kemarau, Red), hanya bisa dilakukan perawatan seminggu sekali,” terang pria alumnus STM Kosgoro Kediri ini.

Arif mengaku harus memutar otak agar bisa survive dengan tetap memperhatikan perawatan secara berkala. “Beberapa ibu-ibu PKK terus kami support  agar tidak mudah patah semangat meski sedang krisis air,” tandasnya.

Ke depan, Arif akan menggalakan gerakan satu rumah satu toga. Ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan nilai kebermanfaatan warga saat membutuhkan tanaman tersebut. Masih kata Arif, langkah ini sangat tepat jika melihat potensi Desa Babadan. “Selain sebagai langkah pemberdayaan, juga untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Babadan,” imbuhnya.

Pria yang memiliki dua orang putra ini berharap semua elemen desa bisa bersinergi. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian warga. “Kami berharap, ini bisa menjadi satu indikator untuk meningkatkan kesejahteraan warga Desa Babadan,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia