Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Show Case

ACT Distribusikan Bantuan Medis untuk Korban di Gaza

20 November 2019, 18: 08: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

ACT Distribusikan Bantuan Medis untuk Korban di Gaza

Share this          

Melihat banyaknya korban luka dan kondisi akses di Gaza yang sulit, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan bantuan berupa alat-alat medis kepada 338 jiwa.

Pekan lalu ketika Israel kembali memborbardir Gaza, sebanyak 35 orang meninggal dunia. Tiga di antaranya adalah perempuan dan delapan orang anak-anak. Sementara tercatat 111 orang mengalami luka-luka, 20 orang di antaranya adalah perempuan dan 46 orang anak-anak, dilansir dari Republika.

Sementara berbagai akses untuk warga di Gaza, banyak yang dibatasi. Kondisi ini memperparah warga yang menderita luka-luka atau pun sakit di Gaza. Khodor Aldaraj, peneliti konflik di Gaza, kepada Tim ACTNews mengatakan, Gaza sekarang ini sebuah penjara raksasa, sehingga akses masuk dan keluar benar-benar dibatasi.

“Sungguh, jika seseorang menderita sakit parah di Gaza, seolah dia sudah mendapatkan vonis mati. Mungkin dia masih dapat selamat seandainya mendapatkan pengobatan, tetapi mereka (para penjajah) memvonis mati orang tersebut dengan menghalangi masuknya obat-obatan dan perlengkapan medis untuk masuk Gaza,” imbuh Khodor, Kamis (14/11) lalu.

Menengok kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT), mendistribusikan bantuan berupa alat-alat medis. Bantuan diberikan pada Kamis (14/11) hingga Ahad (17/11) lalu, kepada sebanyak 338 jiwa.

“Ada beberapa bantuan yang kita berikan kepada mereka, seperti alat bantu untuk berjalan, popok bayi, obat-obatan, pembersih luka, dan perban. Bantuan-bantuan ini kita berikan kepada mereka yang terluka akibat serangan dari Israel dan juga korban luka saat Great Return March (GRM) pada Jumat (15/11) lalu,” ujar Andi Noor Faradiba dari Tim GHR-ACT pada Selasa (19/11) ini.

Setiap pekan, puluhan hingga ratusan orang terluka dalam Great Return March, termasuk perempuan dan anak yang ikut dalam aksi tersebut. Unjuk rasa yang biasa dilakukan masyarakat Palestina di perbatasan Gaza ditangguhkan pada Jumat lalu. Hal itu merupakan arahan Komisi Nasional Great Return March melihat kondisi eskalasi agresi Israel ke wilayah-wilayah Gaza sejak Selasa (12/11) lalu.

“Kita berikan bantuan dari dermawan Indonesia untuk warga Kota Gaza, Gaza Utara, serta wilayah Shijayyah. Rencananya kita akan ada lanjutan bantuan untuk warga yang menderita luka-luka. Kita sedang menginisiasi bantuan ini di sebuah klinik yang ada di Gaza,” jelas Faradiba. Selain bantuan medis, ACT juga memberikan santunan bagi para korban.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia