Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Siswa Belajar di Teras Kelas

8 Bulan Dipakai, Gedung SDN Mojoseto Rusak

19 November 2019, 11: 26: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

Sekolah

MASIH BARU: Siswa masuk ke dalam ruang kelas II yang dikosongkan. Bangunan yang baru direhab akhir 2018 lalu itu dindingnya sudah retak-retak dan membahayakan siswa. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

GONDANG, JP Radar Nganjuk-Siswa kelas I-VI SDN Mojosetu, Gondang, tidak bisa belajar di dalam kelas. Pasalnya, enam ruang kelas di sana semuanya rusak. Termasuk dua ruang kelas yang baru direhab akhir 2018 lalu. Akibatnya, siswa terpaksa belajar di teras kelas, perpustakaan, dan musala.

Pantauan koran ini kemarin, siswa kelas VI terlihat belajar di ruang perpustakaan. Selanjutnya, siswa kelas III, IV, dan V belajar di teras kelas. Adapun siswa kelas I dan II menempati musala sekolah. “Sudah hampir dua tahun belajar di perpustakaan,” ujar salah satu siswa SDN Mojosetu.

UKS

BELAJAR: Belasan murid kelas VI belajar di ruang perpustakaan dan UKS. (Rekian - radarkediri.id)

Siswa yang sebentar lagi menempuh ujian nasional (UN) itu harus belajar di ruangan yang sempit karena plafon kelasnya ambrol. Hingga pertengahan November ini belum kunjung diperbaiki.

Kerusakan yang sama juga terjadi di ruang kelas III, IV, dan V. Akibatnya, siswa tiga kelas tersebut harus belajar di teras kelas. Nasib yang hampir sama juga dialami adik kelas mereka.

Siswa kelas I dan II terpaksa belajar di musala. Sebab, dinding ruang kelas mereka sudah retak-retak hingga menyisakan rongga sekitar 1,5 sentimeter. Kerusakan dua kelas yang terakhir ini jadi pertanyaan banyak pihak.

Sebab, dua ruang kelas tersebut baru direhab akhir 2018 lalu. Dana perbaikan mencapai Rp 321,9 juta. Anggaran itu termasuk untuk perbaikan ruang kantor. Tetapi, dua bulan lalu atau baru dipakai selama sekitar sembilan bulan, ruang kelas kembali rusak. 

Kepala SDN Mojosetu Lasmi Hartini yang dikonfirmasi tentang kerusakan kelas di sekolahnya mengatakan, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan perpustakaan untuk belajar karena plafon ruangan rusak. “Anak-anak takut kalau belajar di kelas yang lama,” ujar Lasmi.

Lasmi mengakui jika lima ruang kelas lainnya bernasib serupa. Pun dua ruang kelas dan kantor yang direhab tahun lalu. “Belum setahun direhabilitasi, bangunannya sudah retak,” lanjutnya.

Seperti halnya kakak kelasnya, siswa kelas I dan II juga takut belajar di kelas. Karenanya, mereka dijadikan satu dan belajar di musala. Diakui Lasmi, kerusakan kelas di SDN Mojosetu itu membuat proses belajar mengajar menjadi terganggu. “Kami khawatir kalau belajar di ruang kelas, karena kondisinya kan begitu (rusak, Red),” tandasnya.

Pernyataan Lasmi dibenarkan oleh Kasi Arianti, 12. Siswa kelas VI itu mengaku takut belajar di kelasnya yang lama. Karenanya, meski kurang nyaman dia dan teman-temannya terpaksa belajar di ruang perpustakaan dan UKS. “Sebenarnya ingin kembali belajar di kelas seperti dulu,” ungkapnya malu-malu.

Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk Mokhamad Yasin yang dikonfirmasi tentang kerusakan kelas di SDN Mojosetu menjelaskan, disdik sudah mengirim tim untuk mengecek kondisi sekolah. “Saya masih menunggu laporan dari tim,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Jika ada kelas yang bangunannya sudah tua dan rusak, Yasin memastikan akan memasukkannya ke dalam prioritas perbaikan 2020 nanti. Bagaimana dengan kerusakan dua ruang kelas yang baru selesai dibangun akhir 2018 lalu? Ditanya demikian, Yasin menyebut disdik akan mengecek lebih detail.

Terutama untuk mengetahui penyebab dinding kelas yang retak-retak itu. “Dilihat dulu, apakah karena spek bangunan atau ada penyebab lainnya,” tutur Yasin. Dengan usia bangunan yang kurang dari satu tahun, menurutnya disdik bisa saja meminta pertanggungjawaban kontraktor pelaksana.

Kerusakan Kelas SDN Mojosetu:

-Enam ruang kelas di SDN Mojosetu semuanya tidak bisa digunakan untuk belajar

-Empat ruangan dikosongkan karena bangunan tua dan plafonnya ambrol

-Dua ruang kelas lain yang baru dibangun akhir 2018 lalu dindingnya sudah retak-retak

-Siswa kelas I-VI terpaksa belajar di teras kelas, musala, dan perpustakaan

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia