Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Belum Mengantongi SIM, Memohon agar Tidak Ditilang

Razia, Dua Pelajar Berdebat dengan Polisi

19 November 2019, 11: 14: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

SIM

SURAT TAK LENGKAP: Dua pelajar yang belum memiliki SIM berdebat dengan anggota satlantas saat operasi Cipta Kondisi di halaman Polres Nganjuk, kemarin. Mereka meminta agar tidak ditindak petugas. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- AEW, 16, seorang pelajar yang terjaring operasi Cipta Kondisi di halaman Polres Nganjuk mencoba peruntungannya, kemarin. Ia mencoba beradu argumen dengan anggota Satlantas Polres Nganjuk. Tujuannya, agar tidak ditilang.

Gadis berkerudung itu sebelumnya terjaring operasi Cipta Kondisi di halaman Polres Nganjuk. Saat diperiksa, dia tidak bisa menunjukkan surat izin mengemudi (SIM). Sesuai aturan, dia harus dikenakan tilang.

Tetapi, pelajar salah satu SMA di Nganjuk itu begitu saja terima. Adu argumen tak terelakkan. Dia berdalih jika sepeda motornya menjadi satu-satunya alat transportasi ke sekolah. “Kalau nggak naik motor, saya ke sekolahnya bagaimana?” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk seusai pemeriksaan.

Petugas sempat menasihatinya untuk menggunakan alat transportasi umum. Tapi, ia berkeras bahwa tidak ada angkutan umum yang menuju ke sekolahnya di Rejoso. “Sekarang angkutan umum atau bus sekolah baru ada di kota saja. Lha saya sekolahnya di Rejoso. Tidak ada angkutan yang ke sana. Bapak-bapak ini mau mengantarkan saya sekolah tiap harinya?” celetuknya.

Di Nganjuk, lanjut AEW, dia hanya tinggal bersama kakek dan neneknya. Adapun kedua orang tuanya merantau ke luar kota. “Kalau pelajar tidak boleh baik motor, harusnya angkutan umum diperbanyak,” lanjutnya.

Sementara itu, meski AEW sudah berusaha berargumen, polisi tetap bersikap tegas. Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Hegy Renanta melalui KBO Satlantas Iptu Rony Yumantara tetap mengenakan tilang.

Selain AEW, total ada 108 pelanggaran yang kemarin dikenakan tilang. “Ada 102 surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan enam kendaraan roda dua yang kami amankan,” paparnya.

Rony mengatakan, selama belum mengantongi SIM, siapapun tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor. Apapun alasannya. Terutama jika pengendara belum berusia 17 tahun. “Untuk mendapatkan SIM memang minimal 17 tahun. Tidak ada dispensasi untuk itu,” imbuhnya.

Terkait alat transportasi masal, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pemkab untuk pengadaan bus sekolah. Meski, diakui Rony belum semua daerah dapat dijangkau dengan moda transportasi tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia