Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Incar Bandar Sabu dari Madiun

19 November 2019, 11: 10: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Sabu

BARANG BUKTI: Anggota Humas Polres Nganjuk mengecek kondisi mobil kurir SS, Wahyu Aji Wibowo, yang diamankan di mapolres. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Satresnarkoba Polres Nganjuk melakukan pengembangan setelah menangkap Wahyu Aji Wibowo, 32, Sabtu (16/11) malam lalu. Terutama, untuk bisa mengungkap bandar dari pria yang kedapatan membawa sabu-sabu seberat total 30,2 gram itu.

Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso mengatakan, Wahyu merupakan jaringan dari bandar yang dikenal dengan nama Ma. “Kami masih terus mengupayakan untuk mengembangkan kasusnya. Terhadap bandar yang ada di Madiun,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin.

Menurut pengakuan Wahyu, lanjut Pujo, sang bandar sabu-sabu berada di Kota Madiun. Dia tinggal di dekat salah satu pasar di Kota Gadis itu. Meski sudah mendapat penjelasan dari Wahyu, perwira dengan pangkat dua balok di pundak tersebut tidak bisa begitu saja mempercayai perkataan Wahyu.

 Apalagi, selama pemeriksaan, pria yang sempat nekat kabur saat dihadang di Jl Panglima Sudirman pada Sabtu malam lalu itu sulit memberikan pengakuan yang pasti. “Makanya benar atau tidaknya pengakuan tersangka, kami belum bisa percaya,” terang polisi kelahiran Sukomoro itu.

Selain mengincar bandar, Pujo menyebut pihaknya juga mendalami identitas penjual atau pengedar yang memasok barang kepada Wahyu. Yakni, seorang pria yang diketahui tinggal di Sidoarjo.

Seperti diberitakan, Wahyu Aji Wibowo, ditangkap tim Satresnarkoba Polres Nganjuk pada Sabtu malam lalu di timur traffic light Jl Panglima Sudirman, Kota Nganjuk. Pria yang mengendarai mobil Suzuki Ertiga bernopol AW 1903 BW itu sempat berusaha kabur saat dihadang petugas.

Dia nekat menabrak becak dan bus sebelum akhirnya menyerah. Polisi mendapati barang bukti sabu-sabu yang disimpan di bawah rem tangan seberat 30,2 gram. Berapa nilai serbuk putih terlarang itu? Ditanya demikian, Pujo menyebut sabu-sabu biasanya dibeli dari pengedar besar Rp 1,4 juta per gramnya.

Selanjutnya, sabu-sabu akan dijual dalam kemasan kecil-kecil yang biasa disebut paket hemat alias pahe. Yakni, Rp 400 ribu per 0,2 gram. Dengan demikian, sabu-sabu seberat 30,2 gram itu bisa laku lebih dari Rp 60 juta atau untung hampir dua kali lipat. “Kalau sabu-sabu itu dijual eceran menjadi paket-paket bisa seratusan juta dapatnya,” papar bapak dua anak itu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia