Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Kementeringan LH: Merawat Sungai dengan Memanfaatkan

18 November 2019, 18: 49: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

sungai kediri

DISKUSI: Luckmi berbincang dengan Kades Keling Rofi’i Lukman di wisata River Tubing Sungai Kembangan. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pencemaran air terutama di sepanjang aliran sungai menjadi salah satu perhatian serius pemerintah. Untuk itu, pengendalian pencemaran dengan cara pemanfaatan sungai sangat diperlukan. Termasuk di Kabupaten Kediri, upaya preventif masyarakat dalam perawatan aliran sungai menjadi sorotan Kementerian Lingkungan Hidup.

Direktur Pengendalian Pencemaran Air, Kementerian Lingkungan Hidup Luckmi Purwandari menyampaikan, kepedulian terhadap aliran sungai ini tidak hanya sekadar memelihara dan merawat dengan membersihkan saja. Namun yang paling penting adalah bagaimana peran masyarakat memanfaatkan aliran sungai tersebut.

“Dari pemanfaatan itu maka akan punya nilai tambah dan perasaan memiliki juga akan tinggi. Tentu dengan pemanfaatan dan pengelolaan dengan baik akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” paparnya.

Menurutnya, dengan hasil seperti itu bisa menjadikan masyarakat lebih bersemangat dalam merawat dan menjaga sungai. Tak kalah pentingnya, pemanfaatan sungai itu diharapkan bisa menjadi budaya secara turun-temurun.

Termasuk di Kabupaten Kediri ini, Luckmi mengungkapkan bahwa peran masyarakat dalam pemanfaatan aliran sungai sebagai sarana edukasi dan wisata itu sangat bagus. Salah satunya adalah peran Karang Taruna Putra Kalingga Desa Keling yang memanfaatkan aliran sungai setempat untuk kegiatan wisata.

“Saya juga sudah ikut mencoba (tubing) dan itu tidak membosankan,” katanya ditemui usai menyusuri Kali Kembangan Desa Keling menggunakan ban, Minggu (16/11) lalu.

Perempuan berkerudung ini menyampaikan bahwa dengan kegiatan seperti itu, secara otomatis mengajak masyarakat ikut merawat sungai dari pencemaran lingkungan. Tak hanya merawatnya saja, di sepanjang aliran sungai itu juga disarankan bisa menjadi lokasi edukasi alam. Juga tempat wisata yang menarik untuk dikemas.

“Intinya bagaimana kita mencintai sungai agar lebih membudaya di masyarakat,” ungkapnya.

Di Kabupaten Kediri, kemarin Luckmi fokus untuk meninjau dua aliran sungai. Yakni Aliran Sungai Serinjing di Desa Bendo, Kecamatan Pare, dan Sungai Kembangan di Desa Keling, Kecamatan Kepung. Di Sungai Serinjing, ia juga mengapresiasi kerja keras komunitas Tubing Serinjing yang berusaha menyusuri Sungai Serinjing yang merupakan sungai bersejarah di Kabupaten Kediri ini agar terbebas dengan sampah.

Komunitas ini sebelumnya menemukan ratusan titik pembuangan sampah di bantaran serinjing. Sehingga mereka tergerak mengurangi permasalahan pencemaran lingkungan tersebut.

Komunitas ini juga memanfaatkan aliran Serinjing di kawasan perkotaan itu untuk digunakan sebagai sarana edukasi. Seperti budidaya ikan air tawar dan juga edukasi bahasa Inggris di alam terbuka di bantaran Serinjing.

“Kami apresiasi dan terimakasih sekali pada komunitas dan masyarakat yang peduli tentang kebersihan sungai ini. Karena dengan aktifnya kegiatan yang dilakukan komunitas itu tentu akan mengurangi kasus-kasus pencemaran air,” paparnya.

Peran serta pemerintah di daerah menurutnya juga sangat penting untuk mendorong lebih peduli dan membudaya dalam gerakan cinta air dan cinta sungai seperti ini. “Diharapkan nanti bisa menjadi replikasi di tempat lain. Jadi kami ke sini juga mendapat ilmu untuk bisa aplikasikan di tempat lain,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia