Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

CPNS Kediri: Pelamar Banyak Abai Syarat Ketentuan

18 November 2019, 18: 45: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Lowongan CPNS Kediri

CEK DATA: Tim verifikator mengamati berkas yang dikirimkan pelamar CPNS, kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Tim verifikator belum melanjutkan penelitian berkas pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Kediri kemarin. Pasalnya, jumlah formulir yang masuk masih di bawah 50 berkas. Rencananya, verifikasi akan dilanjutkan pagi ini.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPPD) Kota Kediri Un Achmadi Nurdin mengatakan, sampai kemarin sore, total pelamar yang mengisi formulir sebanyak 501 orang. Itu berarti ada tambahan sebanyak 73 orang dibanding Sabtu lalu (16/11). “Kemarin (Sabtu, Red) ada 428 pelamar,” kata Un kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dari jumlah tersebut, kata Un, formulir yang sudah dimasukkan (submit) sebanyak 190 berkas. Sebelumnya, total ada 160 berkas masuk dan diverifikasi. “Masih ada 30 pelamar untuk hari ini (kemarin, Red),” ungkap mantan kepala bagian (Kabag) Pemerintah Pemkot Kediri ini.

Dengan jumlah tersebut, Un mengatakan, tim verifikator belum bisa melanjutkan penelitian berkas kemarin. Jumlahnya dianggap terlalu sedikit untuk diverifikasi. “Belum banyak. Kami ingin kerja efektif dan efisien,” tandas Un.

Dia memprediksi, jumlah pelamar yang memasukkan formulir akan bertambah sampai tadi malam. Jumlahnya bisa mendekati 100 pelamar. Karena itulah, BKPPD memutuskan untuk melanjutkan verifikasi mulai hari ini (18/11).

Verifikasi akan dimulai sekitar pukul 09.00. Dengan dimulai jam tersebut, Un mengatakan, pegawai bisa menyelesaikan pekerjaan kantornya di pagi hari. Sementara lamanya verifikasi tergantung jumlah berkas yang diteliti. “Bisa selesai siang atau sampai pukul lima (sore),” kata pria yang pernah berdinas di Kantor Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Kota Kediri ini.

Un mengatakan, pihaknya sudah mengevaluasi efektivitas waktu verifikasi di hari pertama, Sabtu lalu. Setiap satu berkas yang memenuhi syarat (MS) dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menyelesaikan verifikasi. Sedangkan berkas tidak memenuhi syarat (TMS) bisa lebih cepat atau lama. “Kalau ditemukan di awal sudah TMS, waktunya lebih cepat,” terangnya.

Untuk diketahui, dari 160 berkas pelamar CPNS Kota Kediri yang diteliti, lebih dari separonya TMS. Itu berarti jumlahnya lebih dari 80 orang. Mayoritas mereka yang TMS tidak melampirkan akreditasi perguruan tinggi (PT). Dokumen yang diunggah hanya akreditasi program studi (prodi) atau jurusan.

Un menambahkan, pihaknya juga menemukan pelamar TMS yang kurang teliti membaca syarat ketentuan. Misalnya syarat indeks prestasi komulatif (IPK). Di Kota Kediri, IPK minimal yang disyaratkan adalah 3,00. “Tapi banyak di bawah tiga tetap dimasukkan,” ujarnya.

Karena itu, mereka secara otomatis tidak lolos ke tahap berikutnya. Padahal jika teliti, pelamar bisa mendaftar ke kabupaten/kota lain yang mensyaratkan IPK di bawah 3,00. Sementara nomor induk kependudukan (NIK) hanya bisa dipakai satu kali untuk membuat akun CPNS. “Jadi sangat disayangkan. Itu harus menjadi perhatian,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia