Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Features
Yang Berjaya dalam Anugerah Desa (6)

Musim Hujan, Jual Ampok pun Tetap Jalan

18 November 2019, 18: 32: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

desa nanggungan

SEMRINGAH: Kades Katmiran menerima trofi Anugerah Desa 2019. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Pemerintah Desa Nanggungan punya cara untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Yakni dengan memberdayakan masyarakat melalui program UMKM. Dari yang dahulu hanya buruh tani, sekarang bisa mandiri dengan berwirausaha.

MOCH. DIDIN SAPUTRO, Kabupaten, JP Radar Kediri.

Senyum Kepala Desa Nanggungan Katmiran mengembang usai mendapat trofi Anugerah Desa 2019 Selasa (12/11) lalu. Sesekali ia menyapa perangkat desa dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan di Lapangan Desa Kedungmalang, Papar itu. Upayanya dengan pemerintah Desa (Pemdes) Nanggungan, Kecamatan Kayenkidul, serta dukungan masyarakat di sana tak sia-sia. Membuatnya bisa menyabet gelar terbaik inoovasi bidang pemberdayaan UMKM.

Anugerah Desa 2019

BERMANFAAT: Stan Desa Nanggungan yang berisi aneka UMKM yang tumbuh di desa tersebut. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Katmiran mengatakan, Pemerintah Desa Nanggungan memahami dan menyadari kondisi masyarakat. Rata-rata mereka bermatapencaharian petani dan buruh tani. Artinya semua bergantung pada sektor pertanian.

“Kami pemerintah desa mempunyai pemikiran, kalau kita tidak mampu berinovasi untuk menambah pendapatan, ke depan pasti akan kesulitan untuk mencari penghasilan,” ucapnya memberikan alasan langkah yang kemudian ditempuhnya.

Karena itulah penggalian potensi di desa yang berada di utara Kecamatan Kayenkidul ini dianggapnya sangat penting. Pemdes berpikir program apa yang sejatinya bisa dikembangkan di desa tersebut. Terutama program yang bisa meningkatkan pendapatan warga, khususnya yang selama ini hanya mengandalkan kegiatan buruh tani saja.

“Kami memilih mengembangkan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah, Red) sebagai pendukung kesejahteraan di Desa Nanggungan,” ungkapnya.

Sejak 2017, pemdes benar-benar getol mengembangkan UMKM yang ada. Sejumlah pelatihan bagi ibu-ibu dilaksanakan secara intensif. Pemberdayaan pemuda juga kerap dilakukan untuk menumbuhkan kreativitas dan meningkatkan sumberdaya manusia yang ada.

“Rata-rata kami manfaatkan untuk pengolahan hasil pertanian. Karena dengan begini, hasilnya lebih menjanjikan dibanding dijual langsung,” ungkapnya.

Tentu, perjuangan dalam pengembangan usaha kecil yang ada di Desa Nanggungan tak semudah yang dibayangkan. Dengan berbagai macam karakter masyarakat problem selalu ada. Apalagi warga juga belum terbiasa dengan berwirausaha.

“Kami terus memberikan motivasi kepada warga bahwa dengan berwirausaha memanfaatkan hasil pertanian ini sangat potensial ke depan,” ungkapnya.

Apalagi ia menyebut, pelatihannya secara gratis. Termasuk pemberian peralatan untuk kegiatan berwirausaha tadi. “Pemerintah desa juga hadir jika warga ada kendala saat berwira usaha. Mereka bisa berkonsultasi apa saja yang menjadi kesulitan selama ini,” urainya.

Ia mencontohkan, untuk penjual nasi jagung (ampok) yang sangat butuh sinar matahari untuk mengeringkan jagung. Namun saat musim hujan mereka tetap bisa produksi. Sebab, pemdes telah memberikan bantuan berupa alat pengering secara gratis. “Dan itu sangat berguna. Masyarakat bisa memanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produksi mereka,” ungkapnya.

Di Desa Nanggungan, saat ini ada berbagai macam produk yang diproduksi masyarakat. Total ada 23 UMKM yang aktif di desa dengan penduduk 3.414 jiwa tersebut. Kepedulian pemdes dan kekompakkan warga memang layak mendapat apresiasi. Menjadi pemenang Anugerah Desa 2019 sebagai desa terbaik yang inovatif dalam bidang pemberdayaan masyarakat.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia