Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Air Tambak Surut, Harga Ikan di Kediri Melonjak

18 November 2019, 17: 44: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

ikan

TERPENGARUH CUACA: Ngatiningsih memasarkan dagangan ikan tambaknya di Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Lebih dari dua minggu terakhir harga komoditas ini naik. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Curah hujan yang belum merata ditengarai mempengaruhi harga komoditas ikan produksi tambak. Karena hasil budidaya petambak tak maksimal, pasokan di pasaran pun minim. Hal ini menyebabkan harga ikan tambak naik.

“Harga mulai naik semenjak lebih dari dua minggu lalu,” ujar Ngatiningsih, penjual ikan tambak di Pasar Setonobetek, Kota Kediri, kemarin.

          Dia mengakui, stok ikan air tawar di pasaran kian menipis. Imbasnya, harga komoditas ini mengalami kenaikan. “Ya ini karena banyak tambak yang airnya surut. Itu disebabkan musim kemarau yang panjang,” papar perempuan berusia 43 tahun tersebut ketika ditemui di lapaknya (16/11).

Pedagang yang karib dipanggil Bu Ning ini menjelaskan, kenaikan harga ikan itu pun mempengaruhi transaksi di pasar. Kuantitasnya berkurang. Sebab dengan kenaikan harga ikan tambak, jumlah pembeli pun menurun.

“Tetunya kaget waktu mereka tahu harga naik. Akibatnya, konsumen lebih memilih membeli yang lain,” terang Ngatiningsih.

Jika dibandingkan dengan jenis ikan tambak lainnya, dua yang paling terasa kenaikan harganya. Yakni ikan nila dan bandeng. Untuk nila misalnya. Dari yang semula Rp 32 ribu per kilogram (kg), kemarin naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram. “Karena air tambak surut, sehingga produksi ikannya juga menipis,” tutur Ning.

Untuk stok ikan, dia mengaku, setiap hari mengambil dari wilayah Lamongan. Hal tersebut untuk untuk menjaga kesegaran ikan. Ketika stok di tambak masih normal, dalam satu hari Ning dapat menyetor sekitar 10 kilogram. Namun dalam kondisi seperti ini, ia hanya dapat menyetok sebanyak  lima kilogram.

Selain nila dan bandeng, Ning mengungkapkan, udang tambak juga mengalami kenaikan harga. Semula udang tambak dijual dengan harga Rp 95 ribu per kilogram. Kini naik menjadi Rp 100 ribu per kilogram.

Meski begitu, Ning mengatakan, di kiosnya masih menyediakan ikan jenis lain. Beberapa di antaranya berupa ikan laut. Mulai dari ikan tengiri, udang, dan berbagai jenis ikan laut lainnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Krisyadin, 28, pedagang ikan di pasar yang sama. Dia mengatakan bahwa harga ikan tambak memang mengalami kenaikan. Untuk stok ikan tambak, Kris juga mengambil dari Lamongan. Namun untuk jumlah stok, ia tidak dapat mengambil banyak. “Sekali stok sekitar 10 kilogram saja,” ungkapnya.

Kenaikan harga komoditas ini, menurut Kris, karena hujan belum merata di sejumlah daerah. Terutama di area tambak ikan. Sebab, kondisi tersebut membuat lahan tambak kekurangan air. Sehingga mempengaruhi jumlah produksi ikan. Dan pada akhirnya berdampak pada harga.

Di kiosnya, Kris mengatakan, ikan nila yang semula dijual Rp 30 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Sementara, untuk harga bandeng besar Rp 30 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia