Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Pendaftar Formasi Disabilitas Masih Nihil

Hari Ini BKD Mulai Tambah Petugas Verifikasi

18 November 2019, 13: 18: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

CPNS

(Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Ratusan pelamar mulai mendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara online. Dari puluhan jabatan dengan total 646 formasi, hanya formasi disabilitas yang hingga kemarin nihil pendaftar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nganjuk Sopingi mengungkapkan, hingga kemarin total ada 818 pelamar. “Tidak ada satupun pelamar disabilitas yang mendaftar,” ujar Sopingi.

Seperti sebelumnya, Sopingi menjelaskan, total ada 13 lowongan untuk penyandang disabilitas. Dia berharap, dalam seminggu ke depan ada pelamar yang mendaftar untuk formasi tersebut. “Masih tersisa waktu satu minggu lagi, saya percaya kalau ada yang mendaftar,” bebernya.

Bagaimana jika hingga penutupan pendaftaran tetap tak ada yang melamar? Ditanya demikian, Sopingi mengaku akan mengoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sejauh ini menurut Sopingi belum ada perubahan terkait jadwal dan rincian formasi.

Meski demikian, jika tidak ada yang mendaftar di formasi disabilitas, BKD bisa mengusulkan agar formasi khusus itu diisi formasi umum. Cara itu bisa dilakukan jika ada persetujuan dari pusat.

Karenanya, saat ini BKD masih akan melihat perkembangannya. Seperti diberitakan, pemkab membuka 13 formasi disabilitas untuk guru kelas dengan kualifikasi pendidikan adalah sarjana strata satu (S1) pendidikan guru sekolah dasar (PGSD).

Untuk formasi umum yang bisa diisi penyandang disabilitas adalah jabatan pengelola pemerintah umum dan pengelola sistem administrasi kependudukan. “Semua penyandang disabilitas wajib melampirkan surat keterangan dokter, untuk mengetahui jenis disabilitasnya,” tegas Sopingi.

Jika ada yang melampirkan surat keterangan dokter terkait dengan penyandang disabilitas, BKD akan menyerahkannya kepada panitia dari dinas kesehatan (dinkes). Mulai hari ini, akanada enam personel tenaga dari dinkes yang akan membantu melakukan pengecekan berkas. “Fungsi mereka (panitia dari dinkes, Red) akan memeriksa kesehatan disabilitas dan persoalan STR (surat tanda register, Red),” urainya.

Tambahan tenaga ini, untuk mengantisipasi agar tidak ada peserta yang nekat melampirkan surat keterangan palsu. Sejauh ini, pendaftar yang terancam tidak memenuhi syarat (TMS) adalah mereka yang indeks prestasi kumulatifnya dibawah 2,75.

Selanjutnya, pelamar dengan kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai. Terakhir, pelamar yang melampirkan STR tidak aktif. “Selebihnya masih belum ditemukan,” imbuhnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia