Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Kandang Sapi Dilalap si Jago Merah

Api Berasal dari Bekas Pembakaran Klobot

18 November 2019, 13: 13: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

Kebakaran

PEMBASAHAN: PMK Nganjuk melakukan pembasahan di kandang sapi yang dilalap si jago merah di Dusun Baron Timur, Desa/Kecamatan Baron, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

BARON, JP Radar Nganjuk-Kandang sapi milik Suryadi, 62, di Dusun Baron Timur, Desa/Kecamatan Baron dilalap si jago merah, kemarin. Diduga, api merambat dari bekas pembakaran klobot atau kulit jagung di sana.

Suryadi mengungkapkan, ia sendiri yang membakar sampah tersebut di sebelah selatan kandang. Hanya saja, ia tidak menungguinya hingga api benar-benar padam. Sebab, pria tua itu harus meninggalkan rumah tanpa sempat memastikan sisa pembakaran sampahnya.

“Saya tinggal ke Kertosono bersama istri karena ada urusan. Soalnya juga sudah dari pagi saya membakar sampah. Jadi ya tidak menyangka akan menyebar apinya,” ujar Suryadi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk saat ditemui di lokasi, kemarin siang.

Jarak Suryadi membakar sampah dengan kandangnya memang tidak jauh. Hanya sekitar tiga meter. Ditambah, di sana ada tumpukan klobot kering yang berserakan. Tak ayal, api yang menjalar akhirnya menjalar ke tumpukan klobot di kandang.

Suryadi baru sadar kandangnya terbakar sekitar pukul 10.30. Itu pun setelah dia diberi tahu oleh Slamet Priatin, 48, kerabatnya. Slamet yang melihat kepulan asap menghitamg langsung mengecek ke belakang.

Rupanya, saat itu api sudah menjilat atap asbes, reng, dan usuk di kandang berukuran 4x6 tersebut. Slamet refleks mengecek kondisi kedua sapi yang ada di sana. Ia berusaha menyelamatkan sapi dari amukan api. “Langsung saya potong saja talinya. Kalau dilepas nanti terlalu lama,” akunya kepada koran ini.

Beberapa saat kemudian, dia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Baron dan diteruskan ke petugas memadamkan kebakaran (PMK) Nganjuk. Tak berselang lama, langkah pemadaman pun dilakukan.

Hanya dalam hitungan menit api dapat dilumpuhkan petugas. Hanya saja, untuk pembasahan dilakukan agak lama. Pasalnya banyak tumpukan klobot di bagian bawah yang menjadi sekam.

Kasatpol PP Nganjuk Abdul Wakid menerjunkan dua armada PMK untuk memadamkan kebakaran di sana. “Sekitar delapan ribu liter dari dua armada kami habiskan untuk memastikan tidak berpotensi kebakaran lagi,” tutur Wakid.

Akibat kejadian tersebut, Suryadi diperkirakan menderita kerugian material sekitar Rp 2-3 juta. Yakni untuk melakukan rehabilitasi kandang tersebut. “Untuk korban jiwa maupun luka, tidak ada,” tegas Wakid.

Untuk diketahui, selain kandang yang ludes terbakar, salah satu sapi milik Suryadi mengalami luka bakar di beberapa titik. Menurutnya, kalau normal harga jual sapi itu bisa sampai Rp 20 juta, tetapi dengan luka tersebut harganya bisa berkurang Rp 5-6 juta.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia