Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Hutan Wilis Membara Lagi

Terkepung Api, Belasan Orang Terjebak

18 November 2019, 13: 01: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

Wilis

MERAH: Si jago merah melalap hutan di Gunung wilis sejak Jumat lalu (15/11). Akibatnya, belasan orang terjebak. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGETOS, JP Radar Nganjuk- Hutan Wilis kembali membara. Si jago merah ini mengamuk sejak Jumat (15/11) hingga dini hari kemarin di petak 54a di RPH Salam Judeg, BKPH Pace KPH Kediri masuk di wilayah administratif pemerintahan Desa Blongko, Kecamatan Ngetos. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai tujuh hektare.

Hingga kemarin, tim gabungan yang menangani pemadaman ini masih berada di sekitar lokasi kebakaran untuk membuat ilaran atau sekat agar api tidak meluas. Salah satu tim yang dipimpin Asisten Perhutani (Asper) Pace, KPH Kediri, Jumarwan, sempat terjebak kepungan api ketika proses pemdaman. “Jumlah kami di lapangan saat itu sekitar 17 orang,” katanya.

Awalnya, ia bersama dengan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masyarakat peduli api (MPA) dan Perhutani melakukan pemadaman dengan cara gepyok. “Saat berada di lokasi, tiba-tiba saja ada angin kencang,” ingatnya. Kencangnya kobaran api itu menyembur hingga 10 meter sehingga api dengan cepat menjalar dan menutupi ilaran yang sudah dibuat.

“Apinya seperti meloncat, menyebabkan jalan satu-satunya kami lewati tertutup,” terangnya kepada JP Radar Nganjuk. Karena jalan itu tertutup, belasan orang yang ikut bersama tim asper terjebak di tengah kobaran api. Dalam kondisi seperti itu, semua anggota yang ada bersamanya tetap berupaya mencari jalan keluar.

Berkomunikasi menggunakan Handy Talky (HT), Jumarwan berhasil meminta bantuan tim lainnya. “Puluhan orang dari bawah membantu memadamkan api dari jalan kami masuk,” ungkapnya. Pemadaman api itu membutuhkan waktu yang lama. Setidaknya api bisa dipadamkan dalam waktu satu jam.

Bantuan pertolongan itu dipimpin Kasi Kesiapsiagaan, Nur Rosyid Husein, yang membawa sprayer sebanyak lima tangki ke titik lokasi. “Kami bersama masyarakat ke lokasi untuk memadamkan api dengan cara semprot sprayer,” ungkap pria yang akrab disapa Rosyid ini.

Api sulit dipadamkan karena angin kencang serta banyak tumbuhan yang sudah mengering sehingga mudah terbakar. “Api bisa dipadamkan, tidak ada korban atas kejadian ini,” ungkapnya. Untuk mengantisipasi kebakaran makin meluas, tim BPBD bersama masyarakat membuat posko pemantauan di sekitar lokasi.

Ditambahkan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Nugroho, hingga kemarin tim masih diterjunkan ke lapangan untuk mengantisipasi meluasnya titik api. Beberapa kayu lapuk .asih terbakar. Ada kekhawatiran api mendekat ke pemukiman warga. Karenanya, ilaran dengan lebar empat meter terus dikerjakan. “Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan sekitar satu juta rupiah,” ungkapnya. Tumbuhan yang terbakar mulai dari ilalang dan dedaunan yang sudah mengering.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia