Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Candirejo-Guyangan Retak-Retak

18 November 2019, 12: 49: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

RETAK: Jalur Candirejo-Guyangan mengalami retak pada sambungan kanan dan kiri jalan di beberapa titik. Kondisi tersebut tentu akan membahayakan pengendara roda dua yang melintas.

RETAK: Jalur Candirejo-Guyangan mengalami retak pada sambungan kanan dan kiri jalan di beberapa titik. Kondisi tersebut tentu akan membahayakan pengendara roda dua yang melintas.

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Jalur Candirejo-Guyangan mengalami keretakan di sisi kanan dan kiri di beberapa titik. Padahal, jalur tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Oleh karena itu, pihak kontraktor pun diminta untuk segera memperbaikinya.

Jarwoto, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek mengatakan, pihaknya telah mengupayakan ke arah perbaikan tersebut. “Kami sudah mengupayakannya. Sekarang masih proses,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Nganjuk melalui sambungan telepon, kemarin siang.

Meskipun ia menegaskan bahwa ingin sesegera mungkin dilakukan perbaikan, namun ia belum dapat memastikannya. Hanya saja, pengerjaan perbaikan tersebut akan dilakukan pada akhir tahun ini.

Pihaknya pun menyadari bahwa dengan retakan tersebut tentu akan membuat pengguna jalan tidak nyaman. Terutama bagi pengendara roda dua. Pasalnya retakan tersebut selebar 5-7 sentimeter. Cukup bahaya untuk roda sepeda motor yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Lalu, bagaimana perbaikannya nanti? Jarwoto mengungkapkan bahwa pihak kontraktor masih mempersiap beberapa alternatifnya. Seperti hanya perlu dibongkar ulang atau sampai perlu dilakukan pengecoran ulang.

Sementara itu, pihak UPT Pengelola Jalan dan Jembatan Pemprov di Kediri sejatinya menginginkan dilakukan pengecoran ulang. Hanya saja, terkait hasil pembahasannya seperti apa, Jarwoto belum dapat memastikannya. “Hasilnya seperti apa, belum ada kesepakatan. Ini masih dibahas,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi apakah untuk sementara di sekitar retakan tersebut akan diberi papan peringatan, Jarwoto mengaku akan mempertimbangkannya. “Nanti kami upayakan itu,” ujarnya.

Jarwoto menegaskan bahwa saat ini status jalur tersebut masih tercatat dalam masa pemeliharaan. Sehingga kerusakan konstruksi yang terjadi masih menjadi tanggung jawab penuh dari kontraktor.

Berdasarkan keterangan Jarwoto, masa pemeliharaan tersebut bahkan masih tercatat lama. Masa pemeliharaan tersebut berlaku hingga bulan September 2020 nanti. “Sampai September depan ini masih dalam masa pemeliharaan,” tambahnya.

Di lain sisi, pihaknya mengungkapkan bahwa tidak membayarkan pengerjaan segmen jalan yang mengalami keretakan tersebut. Pembayaran baru akan dilakukan jika kontraktor memperbaiki keretakan yang ada tersebut. “Kami mengupayakan untuk perbaikannya juga,” imbuh Jarwoto.

Lebih lanjut, ada tiga segmen yang tidak dibayarkan oleh pihaknya lantaran ditemukan ada keretakan tersebut. Dalam setiap segmennya, ada sekitar 5,5 meter. Sehingga total ada 16,5 meter pengerjaan yang tidak dibayar oleh pihaknya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia