Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

12 PSK Terjaring Razia

Satpol PP Dobrak Pintu Kamar

18 November 2019, 12: 29: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

PSK

TERCIDUK: Seorang waria diamankan petugas satpol pp yang kedapatan mangkal di Jembatan Lama Kertosono, Jumat malam lalu (15/11). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Satpol PP dan petugas gabungan menjaring 12 pekerja seks komersial (PSK) di wilayah Baron dan Kertosono, Jumat (15/11).  Tak hanya itu, turut diamankan pula seorang waria dan dua orang pria hidung belang.

Pertama, rombongan menyasar eks lokalisasi Kandangan Desa Kedungrejo, Tanjunganom. Satu per satu rumah yang dicurigai sebagai tempat yang menjual jasa cinta semalam langsung diperiksa oleh petugas.

Dalam pemeriksaannya, sebagian PSK pasrah diamankan petugas. Relatif tidak melakukan perlawanan. Namun, ada pula yang mencoba menghindar dari jeratan petugas. “Mungkin mereka ketakutan juga setelah tahu timnya terdiri dari banyak orang dan instansi,” ujar Kabid Penegak Perda Satpol PP Nganjuk Suprayogi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Bahkan, petugas sempat mendapati salah seorang PSK yang mengunci pintu kamarnya dari dalam. Ia bersikeras tidak mau membuka pintu kamarnya saat diketuk oleh petugas. Tak kurang dari 15 menit petugas membujuknya untuk keluar.

Namun, ia tetap bergeming. Alhasil, petugas yang mencurigai ada kegiatan prostitusi di dalam kamar tersebut berusaha untuk mendobrak. Atas seizin pemiliki rumah, akhirnya pintu didobrak petugas. Begitu pintu terbuka, perempuan yang ada di kamar tersebut langsung keluar. Berusaha menghindari petugas sembari menutupi wajahnya.

“Kami sudah meminta izin untuk mendobrak pintunya, karena yang bersangkutan memang tidak kooperatif,” imbuh Yogi. Namun, saat kamar diperiksa, dipastikan ia sedang sendirian. Tidak ada pria hidung belang di kamar tersebut.

Untuk pria hidung belang, petugas justru mengamankan dari rumah lainnya. “Ada sebelas orang PSK dan dua pria hidung belang yang kami amankan dari (eks lokalisasi) Kandangan,” tuturnya.

Petugas selanjutnya bergegas menuju eks lokalisasi Kampung Baru di Desa Kudu, Kertosono. Meskipun di sekitar area tersebut masih ada beberapa warga yang nongkrong, namun di eks lokalisasi itu justru sepi. Diduga, para PSK di sana bersembunyi di dalam rumah atau bahkan ada yang sempat lari.

Tak berselang lama, petugas bergeser menuju jembatan lama Kertosono. Beberapa waria dan PSK yang mengetahui kedatangan petugas pun langsung lari tunggang-langgang. “Ada yang bersembunyi di semak-semak dan di bawah jembatan,” papar Yogi.

Meskipun sempat ada PSK yang menolak untuk diangkut petugas, namun akhirnya mereka pasrah. Begitu pula dengan seorang waria dengan atasan kaos warna kuning yang akhirnya menuruti petugas untuk naik ke mobil Satpol PP. “Di jembatan lama Kertosono kami mengamankan seorang PSK dan waria,” jelas Yogi.

Selanjutnya, rombongan kembali ke kantor Satpol PP Nganjuk. Dikumpulkan untuk diberi pengarahan dan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah terjangkit penyakit menular atau tidak. Setelah itu, para PSK tersebut diantarkan petugas menuju rumah singgah.

“Oleh Dinsos PPA mereka akan diberikan pembinaan,” tandas Yogi. Hanya saja, dua pria hidung belang dan warianya sudah diperbolehkan pulang oleh petugas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia