Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info CPNS Kediri: Beredar Draft Syarat Ketentuan Palsu

16 November 2019, 13: 55: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

Lowongan CPNS Kediri

Lowongan CPNS Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Pelamar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) harus berhati-hati saat akan melakukan pengisian formulir. Pasalnya, dari beberapa pengaduan di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), beredar draf syarat ketentuan palsu. BKPPD Kota Kediri meminta pelamar melihatnya di website resmi.

Kepala BKPPD Kota Kediri Un Achmadi Nurdin mengatakan, beredarnya draf yang berisi syarat ketentuan palsu diketahui kemarin. Dari pengaduan yang dibuka, ada pelamar yang menanyakan soal sejumlah persyaratan seleksi CPNS. “Yang ditanyakan berkaitan dengan akreditasi kampus,” kata Un kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Di draf yang beredar di luar, kata Un, syarat akreditasi hanya untuk program studi (prodi) atau jurusan di fakultas. Padahal, di website resmi BKPPD, pelamar harus melampirkan akreditasi kampus dan prodi. “Jadi dua-duanya. Bukan hanya satu. Redaksionalnya mirip, tapi ada poin yang berbeda,” ungkapnya.

Karena itu, bagi pelamar lain, Un meminta, mereka harus lebih berhati-hati lagi. Semua syarat ketentuan bisa dilihat di website https://bkd.kedirikota.id. Di luar itu, tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Sebab, jika salah mengisi syarat ketentuan, Un mengatakan, berkas pelamar dianggap tidak memenuhi syarat (TMS). Sehingga mereka tidak bisa lolos ke tahap tes seleksi kompetensi dasar (SKD). “Konsekuensinya TMS,”  tandas pria yang pernah menjadi kepala kantor pemberdayaan masyarakat (KPM) Kota Kediri ini.

Lebih jauh Un mengatakan, pengisian formulir sesuai dokumen harus benar. Dua hari lalu, pihaknya baru saja mendapat pengaduan soal kesalahan pengisian formulir. Yakni pengisian data ijazah tidak sesuai dengan dokumennya. “Ada kekeliruan saat mengisi,” ujarnya.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan berkas tersebut memenuhi syarat atau TMS. Keputusan tersebut akan ditentukan tim verifikator yang melakukan penelitian berkas. “Nanti setelah dicek, tim akan mendiskusikannya,” ungkap mantan kabag pemerintahan pemkot ini.

Sampai hari kelima kemarin, kata Un, total jumlah pelamar yang mengisi formulir sebanyak 356 orang. Dari jumlah itu, ada 121 pelamar yang sudah memasukkan formulir (submit).

Dengan jumlah pelamar tersebut, tim verifikator berencana untuk meneliti berkas mulai hari ini. Pasalnya, jumlah pelamar bisa bertambah terus sampai tadi malam. “Nanti malam (tadi malam, Red)) jumlahnya kemungkinan sudah sampai 200 pelamar. Jadi besok (hari ini, Red) kita mulai jam sembilan (pagi),” ungkap Un.

Untuk diketahui, tim verifikator terdiri dari 23 orang. Selain dari BKPPD, tim terdiri dari dinas kesehatan (dinkes) dan dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil). Di hari kerja, mereka dijadwalkan memeriksa berkas dari pukul 08.00 sampai 13.00 WIB.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia