Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Proyek Borolor Belum Selesai, Kendaraan Besar Berputar 10 Km

16 November 2019, 12: 55: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

proyek jembatan borolor

CEGAH MACET: Rambu papan imbauan pengalihan jalur karena pengerjaan proyek Jembatan Borolor dipasang di perempatan Bogokidul, Plemahan, kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

PURWOASRI, JP Radar Kediri – Ruas jalur utama Kediri-Jombang via Kecamatan Kunjang ditutup sementara. Pasalnya, pengerjaan Jembatan Borolor di Desa Sumberejo, Kecamatan Purwoasri baru selesai bulan depan. Kendaraan besar disarankan berputar. Ini untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan proyek.

Beberapa hari terakhir, petugas telah memasang rambu imbauan pengalihan jalur. Ada di perempatan Bogokidul, Plemahan. Kendaraan besar menuju Gudo, Jombang disarankan melalui arah Pare atau Purwoasri. “Kurang lebih harus berputar 15 kilometer,” kata Agus, salah satu sopir truk.

Pria 42 tahun ini memaklumi pengerjaan infrastruktur yang ditargetkan selesai Desember mendatang. “Dulu jalan kawasan itu rusak, diharapkan setelah dibangun bisa lebih kuat dan bagus,” tambah Agus.

proyek jembatan

BELUM SELESAI: Proyek jembatan di Borolor. (Rendi - radarkediri)

Pengalihan jalur itu selain dari perempatan Bogokidul, kendaraan yang hendak menuju jalur Nasional 15 dari arah Plemahan bisa melalui pertigaan utara SPBU Kunjang menuju arah barat. Hingga nanti keluar di kawasan Mengkreng, Desa Mekikis, Purwoasri. Sebaliknya, jika pengendara dari arah Gudo, Jombang. Bisa melalui jalur alternatif ke arah Badas, Pare, atau melalui Mengkreng. “Lumayan jauh, tapi memang jalan dan jembatannya sedang diperbaiki,” ujar Agus.

Selain Jembatan Borolor, dari Kecamatan Kunjang hingga perbatasan Kabupaten Kediri dan Jombang saat ini ada proyek peningkatan jalan berupa rigid pavement. Bulan ini pengerjaannya memasuki tahap akhir. Pekerja tampak sibuk memasang saluran drainase di kanan dan kiri jalan. Rencanannya, pengalihan jalur ini akan berlangsung hingga 7 Desember mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Irwan Candra Wahyu Purnama mengungkapkan, ruas itu merupakan salah satu jalur utama akses konektivitas menuju Jombang. “Jalur ini sangat vital. Sebab sebagai jalur alternatif pada musim mudik lebaran dan sebagai jalur distribusi barang alternatif menuju Surabaya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Untuk itu, Irwan menegaskan, peningkatan kualitas jalan sangat penting. Apalagi mengingat kendaraan yang melintas rata-rata bertonase tinggi. Maka jenis konstruksi pengerasannya pun harus khusus agar tahan lama. Pengerjaan konstruksi jenis ini juga dilakukan untuk ruas Pare-Plosoklaten dan juga sejumlah jalan lain yang selama ini dilalaui kendaraan berat.

“Tahun depan kita akan meneruskan pengerasan rigid pavement ini ke arah Bogo. Untuk total jarak pengerjaan kita sesuaikan dengan anggaran yang ada,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia